- Erika Carlina mengungkapkan bahwa sang putra, Andrew, mewarisi "DNA trauma" akibat stres dan kesedihan berat yang dipendam Erika semasa kehamilan.
- Kondisi ini membuat Andrew cenderung menanggung beban emosional orang lain secara berlebihan hingga berisiko merusak kesehatan mentalnya sendiri.
- Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, Erika disarankan membawa Andrew ke psikolog saat berusia 13 tahun guna melatih batasan tanggung jawab emosional.
Suara.com - Ada kabar kurang mengenakkan dari Erika Carlina. Putranya, Andrew, memiliki kondisi psikis yang memprihatinkan.
"Ada satu orang yang ketemu sama gue, melihat Endu tuh bilang katanya ada DNA trauma," kata Erika Carlina di kanal YouTube Denny Sumargo pada Rabu, 27 Mei 2026.
Erika Carlina meyakinkan, peringatan tersebut bukan sekadar ucapan tapi ada riset datanya.
Berdasarkan penjelasan yang ia terima, kondisi emosional seorang ibu saat mengandung, sangat memengaruhi karakter anak.
Stres dan kesedihan yang dipendam selama masa kehamilan disebut-sebut bisa menurun langsung ke dalam genetik sang bayi.
"Itu akan masuk ke DNA bayinya," ujar Erika Carlina.
Sebagaimana diketahui, Erika Carlina memang melalui cobaan berat di masa kehamilan Andrew.
Mulai dari hamil di luar nikah, ancaman dari DJ Panda hingga khawatir cap masyarakat kepada dirinya.
![Erika Carlina menggelar acara tindak sinten putranya, Andrew Rexy Neil di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Jumat (3/4/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/03/71514-erika-carlina-dan-andrew-rexy-neil.jpg)
Erika Carlina khawatir, Andrew akan menanggung semua kesedihan yang ia miliki.
- DJ Bravy Sering Keluar Masuk Islam
Baca Juga
"Jadi kayak apa yang gue rasakan, itu menjadi tanggung jawab dia." jelas mantan pacar DJ Bravy tersebut.
Erika Carlina menjelaskan, seseorang yang memiliki DNA trauma tersebut akan menanggung beban masalah orang yang disayangi.
"Dan dia akan... dia akan memecahkan semua masalah itu, dia akan menjadi... pokoknya masalah lu masalah gue," tambah Erika.
Kebiasaan buruk memendam dan menyelesaikan masalah orang lain secara berlebihan ini dikhawatirkan akan merusak kondisi mental Andrew perlahan.
"Sampai dia hancur sendiri, dan itu enggak baik untuk kesehatan mentalnya." ungkap Erika cemas.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Erika Carlina disarankan untuk membawa anak laki-lakinya ke ahlinya saat menginjak usia remaja awal.