- Camp Broadway Indonesia (CBI) sukses menggelar drama musikal The Addams Family di Jakarta sebagai puncak program Summer Camp.
- Meski hanya bersiap selama sepekan, para pemain anak dan remaja tampil memukau dalam berakting, bernyanyi, dan menari.
- Kesuksesan acara didukung oleh arahan tim profesional serta kolaborasi solid dengan seniman utama sebagai pemandu panggung.
Suara.com - Cinta ibarat mobil Formula 1. Ia tak dibuat untuk berhenti di tengah lintasan, melainkan terus melaju hingga mencapai garis finis bernama komitmen.
Buat yang tahu cerita populer The Addams Family karya kartunis Amerika Serikat Charles Addams, saya rasa kamu langsung ngeh dengan makna kata-kata barusan.
Premis tersebut kali ini hadir dalam pertunjukan drama musikal berbahasa Inggris produksi Asa Pentas Mahakarya Academy di Beacon Beacon Academy Theatre, Jakarta, Sabtu kemarin, 4 Juli 2026.

Asa Pentas Mahakarya Academy menyajikan pertunjukan tersebut sebagai puncak dari rangkaian Mainstage Jakarta Summer Camp, sebuah program tahunan Camp Broadway Indonesia (CBI), yakni pelatihan seni pertunjukan bagi anak dan remaja usia 9–17 tahun dalam bidang bernyanyi, menari, dan berakting.
Ceritanya, Wednesday sebagai anak sulung dari keluarga Addams, telah beranjak dewasa dan jatuh cinta pada seorang pria bernama Lucas Beineke.
Wednesday berasal dari keluarga aneh yang menyukai hal-hal gelap, mistis, dan menyeramkan. Sementara Lucas sebaliknya. Ia datang dari keluarga normal.
Diam-diam, Wednesday dan Lucas bertunangan. Momen bahagia tersebut Wednesday beri tahu kepada ayahnya, Gomez Addams serta memintanya untuk merahasiakan lebih dulu kepada sang bunda, Morticia.
Bagi Gomez, ini adalah mimpi buruk. Pertama, ia tak pernah menyangka putri sulungnya bakal menikah dengan orang luar. Kedua, ia punya prinsip tak mau menyimpan rahasia dari istrinya.
Tapi namanya sudah cinta, mau diapakan lagi. Wednesday dan Lucas terus menyakinkan bahwa perbedaan latar belakang keluarga bukan penghalang bagi cinta.
Adegan pembuka tersebut jadi pintu masuk yang apik. Sehingga, penonton yang belum tahu cerita utuh The Addams Family, langsung diberikan fondasi berpikir ke mana arah dan apa konflik ceritanya.
Anak-Anak Berbakat
Performa para pemain yang hanya dibekali persiapan selama sepekan ini bisa dikatakan cukup baik mengikuti arahan Kristine Bendul sebagai sutradara sekaligus koreografer. Saya merasa hasilnya juga tak mengecewakan.
Coba bayangkan, para pemain yang didominasi anak-anak itu sudah bisa berakting sambil bernyanyi. Satu sisi mereka harus menghafal gerakan dan pada bagian lain juga tetap berusaha menjaga kualitas vokal agar tiap adegan mampu memberikan pesan ke penonton.
Meski berbahasa Inggris, pementasan ini tetap mengadaptasi budaya lokal, meski hanya secuil. Terbukti, terlontar satu dua diksi berbahasa Indonesia di atas panggung.

Selain Kristine Bendul, CBI juga menghadirkan Robby Stamper sebagai Music Director di pertunjukan drama musikal ini. Ia adalah seniman yang telah lama berkarier di Walt Disney sebagai composer dan vocal director.