Suara.com - BASE Entertainment resmi merilis trailer dan poster perdana Paket Santet, film horor terbaru garapan sutradara Dinna Jasanti, yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Lewat trailer ini, penonton diajak mengintip teror yang berawal dari sebuah paket misterius tanpa identitas pengirim.
Berbeda dari kisah horor yang mengangkat santet sebagai ancaman dari kejauhan, Paket Santet menghadirkan teror yang dimulai sejak sebuah paket diterima dan dibuka. Sejak saat itu, kutukan mulai menghantui para korbannya dan memaksa mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan cara menghentikannya.
Poster resmi yang dirilis BASE Entertainment turut memperlihatkan atmosfer mencekam film ini. Bela yang diperankan Yasamin Jasem, tampak dikerubungi ratusan lebah usai membuka paket misterius, menjadi isyarat bahwa kutukan telah mulai bekerja.
Dinna Jasanti mengatakan, horor dalam Paket Santet tidak hanya fokus pada datangnya santet, tetapi juga perjuangan para karakter setelah menerima kutukan.

"Dalam film ini, yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai," kata Dinna.
Paket Santet mengikuti kisah Deva yang diperankan Fatih Unru, Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri). Kehidupan mereka berubah setelah menerima kiriman paket misterius tanpa identitas pengirim. Kutukan yang datang membuat mereka harus berpacu dengan waktu untuk menghentikan santet sebelum kematian mengincar satu per satu.
Produser Aoura Lovenson Chandra mengatakan, Paket Santet menghadirkan pengalaman horor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari karena terornya bermula dari sesuatu yang akrab bagi banyak orang, yakni sebuah paket.
"Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, 'Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?' Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat," ujar Aoura.
Fadly Faisal yang memerankan Ale mengaku kerap membayangkan dirinya berada dalam situasi para karakter selama proses membaca naskah hingga syuting. Menurutnya, ketakutan dalam film ini terasa nyata karena para karakter tidak mengetahui kepada siapa mereka harus meminta pertolongan.
"Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik karena kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita," ujar Fadly.
Trailer dan poster perdana Paket Santet kini telah dirilis melalui kanal digital BASE Entertainment. Film horor ini dijadwalkan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan