Ibu Hayden Panettiere Buka Suara Usai Panen Kritik Publik Terkait Kematian Putrinya

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:07 WIB
Ibu Hayden Panettiere Buka Suara Usai Panen Kritik Publik Terkait Kematian Putrinya
Lesley Vogel merilis pernyataan baru yang memicu kemarahan karena justru menyalahkan mendiang putrinya. (Dok pribdi)
baca 10 detik
  • Lesley Vogel merilis pernyataan baru untuk menyerang karakter mendiang putrinya.

  • Sang ibu mengaku sengaja memutus kontak demi menghindari perilaku destruktif Hayden.

  • Publik mengecam Vogel karena enggan mengakui kesalahan pola asuhnya di masa lalu.

Suara.com - Lesley Vogel secara mengejutkan memilih menyerang balik mendiang putrinya setelah memanen hujatan luas dari masyarakat. Ibu Hayden Panettiere ini justru menyudutkan karakter sang anak alih-alih meredakan kontroversi yang sedang memanas.

Langkah defensif ini muncul sebagai respons atas kritik tajam terhadap komentar awalnya pascakematian Hayden pada 16 Agustus lalu. Publik menilai Vogel sama sekali tidak menunjukkan rasa belasungkawa layaknya seorang ibu yang sedang berduka.

Vogel bahkan membeberkan konflik masa lalunya demi menjustifikasi keputusannya memutus hubungan kekeluargaan dengan sang putri. Sang ibu mengklaim tindakan drastis tersebut merupakan jalan keluar dari trauma panjang yang ia alami selama dua dekade.

Hayden Panettiere meninggal pada usia 36 tahun setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan berat industri hiburan.(NYT)
Hayden Panettiere meninggal pada usia 36 tahun setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan berat industri hiburan.(NYT)

Penolakan atas tudingan eksploitasi anak ini disampaikan Vogel secara eksklusif kepada Page Six baru-baru ini. Ia membantah keras kesaksian Hayden dalam memoar berjudul This Is Me: A Reckoning terbitan Mei lalu.

Mantan manajer artis ini terang-terangan menyebut putrinya memiliki masalah kejiwaan yang manipulatif.

"Terdapat 'gaya' kepribadian yang terwujud sebagai kebutuhan untuk memegang kendali, merasa berhak, dan kurangnya empati," ujar Vogel.

Serangan karakter berlanjut dengan tudingan bahwa mendiang selalu hidup dalam ketakutan akan penilaian orang lain.

"Ketakutan terbesarnya adalah seseorang akan menembus topeng yang mereka tampilkan kepada dunia dan menemukan siapa mereka sebenarnya," tambah Vogel.

Ia kemudian merinci alasan di balik kehancuran hubungan ibu dan anak tersebut secara terbuka. Vogel mengaku sengaja menjauh demi melindungi dirinya sendiri dari perilaku destruktif sang aktris.

baca juga

"Setelah 20 tahun mengalami trauma, saya mengikuti saran dari para profesional dan memilih jalur putus kontak," ungkap Vogel.

Ia mengklaim fenomena anak yang menghancurkan dirinya sendiri sangat akrab di kalangan orang tua industri hiburan.

"Tidak ada orang tua yang mengharapkan skenario ini; kami ingin anak-anak kami menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri dan menjalani kehidupan yang damai serta menyenangkan!" paparnya lebih lanjut. Namun, pembelaan panjang lebar ini justru semakin menyulut amarah warganet di media sosial.

Reaksi negatif langsung membanjiri ruang maya tak lama setelah pernyataan terbarunya menyebar luas. Banyak pengguna internet menyuruh Vogel diam dan menyebutnya sebagai musuh terbesar bagi darah dagingnya sendiri.

Menyadari kecaman yang makin tak terkendali, Vogel mencoba menyematkan pesan bernada perpisahan manis untuk putrinya.

"Saya berharap semua orang mengingat Hayden sebagai manusia yang cantik di dalam dirinya dan hadiahnya bagi dunia dari waktunya di bumi ini," tulisnya.

Pesan penutup tersebut seolah berusaha menutupi jejak perseteruan panjang mereka selama bertahun-tahun.

"Hatiku bersamamu, Hayden. Mama," tutup Vogel dalam upayanya meraih simpati publik.

Kisruh ini bermula saat sang ibu mengeluarkan pendapat publik pertamanya melalui jaringan NBC News sehari setelah kepergian Hayden. Ia menyalahkan kerasnya industri hiburan sebagai pemicu utama sang aktris salah pergaulan.

"Saya pikir Hayden adalah orang yang luar biasa berbakat di banyak bidang dan saya pikir anak muda yang tumbuh di industri hiburan — ini adalah sebuah perjuangan dan industri yang sangat menantang dan tidak aneh bagi mereka untuk sayangnya menemukan jalan yang salah," jelasnya saat itu. Pernyataan ini dinilai sebagai usaha mencuci tangan dari tanggung jawab pola asuhnya.

Vogel menuding para manajer dan agen sering memaksa artis cilik hingga mereka kehilangan identitas asli.

"Orang-orang merasa didorong ke dalam berbagai hal... dan saya pikir menjadi sangat sulit untuk jujur pada diri sendiri, dan saya pikir Hayden sayangnya kehilangan arah dan saya berharap situasinya berbeda," tambahnya.

Aktris senior Holly Robinson Peete menjadi salah satu figur publik pertama yang melontarkan kecaman tajam atas wawancara tersebut. Ia merasa Vogel telah gagal total dalam menunjukkan sisi keibuannya di tengah tragedi yang ada.

"Ada begitu banyak hal yang bisa dia katakan untuk menunjukkan kepada kita bahwa dia adalah ibu yang peduli," kritik Peete terang-terangan. Bintang tersebut menuntut Vogel berani menanggung konsekuensi karena telah menjerumuskan anaknya ke gemerlap Hollywood sejak kecil.

Peete menegaskan kata-kata Vogel sama sekali tak bernilai jika ia enggan mengintrospeksi kesalahannya di masa lalu.

"Kita tahu wanita muda ini jelas memiliki begitu banyak masalah, tetapi jika Anda tidak mau bertanggung jawab atas fakta bahwa Anda menempatkannya dalam bisnis yang akhirnya mengacaukannya maka tidak ada satupun perkataan Anda yang memiliki integritas," tulisnya di media sosial.

Ketiadaan ungkapan sayang mendasar dalam wawancara Vogel juga menjadi sorotan tajam sesama rekan selebritas.

"Dia bahkan tidak mengatakan 'Saya akan merindukan putri saya' atau 'Saya mencintai putri saya dengan cara terbaik yang saya bisa'. Apakah dia bahkan menyebut kata putri?" sindir Peete.

Publik sebelumnya telah mengetahui borok hubungan keluarga ini melalui pengakuan langsung dari mendiang Hayden semasa hidup. Memoar sang aktris membongkar bagaimana Vogel terus memberikan tekanan mental tak wajar setiap kali ia menjalani audisi di masa mudanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat Selidiki Kematian Hayden Panettiere, Kenapa?

Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat Selidiki Kematian Hayden Panettiere, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Masa Kelam Hayden Panettiere, Kehilangan Bahagia di Masa Kecil Hingga Sisi Gelap Hollywood

Masa Kelam Hayden Panettiere, Kehilangan Bahagia di Masa Kecil Hingga Sisi Gelap Hollywood

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Brian Hickerson Gagal Hapus Catatan Kriminal Penganiayaan 3 Hari Sebelum Hayden Panettiere Meninggal

Brian Hickerson Gagal Hapus Catatan Kriminal Penganiayaan 3 Hari Sebelum Hayden Panettiere Meninggal

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Terkini

BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional

BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional

Malang | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Ibu Hayden Panettiere Buka Suara Usai Panen Kritik Publik Terkait Kematian Putrinya

Ibu Hayden Panettiere Buka Suara Usai Panen Kritik Publik Terkait Kematian Putrinya

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:07 WIB

BRI Bersama Pegadaian Perluas Akses Masyarakat ke Ekosistem Emas

BRI Bersama Pegadaian Perluas Akses Masyarakat ke Ekosistem Emas

Kalbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:05 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset

BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset

Batam | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Sungai Batanghari Terdampak Kemarau, Ribuan Ton Ikan Keramba Mati

Sungai Batanghari Terdampak Kemarau, Ribuan Ton Ikan Keramba Mati

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB

BRI Kembangkan Ekosistem Emas untuk Dorong Masyarakat Bangun Aset

BRI Kembangkan Ekosistem Emas untuk Dorong Masyarakat Bangun Aset

Bali | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:58 WIB

Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!

Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:55 WIB

BRI Bersama Pegadaian Bangun Ekosistem Emas dari Hulu Hingga Hilir

BRI Bersama Pegadaian Bangun Ekosistem Emas dari Hulu Hingga Hilir

Jakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri

Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:51 WIB

×