- Akun TikTok @HAMBAASAHAYA mengunggah video viral dua pria menyanyikan lagu "Rasa Sayange" dengan lirik satire.
- Lirik lagu tersebut berisi kritik sosial terhadap masalah kebakaran, pengangguran, proyek pemerintah, dan fenomena donasi masyarakat.
- Unggahan video tersebut berhasil meraih hampir 136 ribu tanda suka serta memicu berbagai tanggapan warganet.
Suara.com - Video dua pria yang membawakan lagu “Rasa Sayange” dengan lirik yang telah diubah viral di TikTok.
Alih-alih membawakan versi aslinya, keduanya memasukkan kritik sosial mengenai kebakaran, pemerintah, lapangan kerja, hingga fenomena masyarakat yang harus berdonasi.
Video tersebut diunggah akun TikTok @HAMBAASAHAYA dan mendapat perhatian besar dari pengguna media sosial.
Hingga kini, unggahan itu disebut telah meraih hampir 136 ribu tanda suka serta lebih dari 1.500 komentar.
Dalam versi yang beredar, melodi lagu tradisional tersebut dipertahankan, tetapi liriknya dirombak menjadi satire terhadap situasi sosial dan politik Indonesia.
Salah satu bagian menyinggung persoalan kebakaran serta kritik terhadap pihak yang dinilai lebih mengutamakan dokumentasi daripada penanganan persoalan.
Sindiran kemudian berlanjut pada persoalan anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan dan kritik terhadap berbagai proyek pemerintah.
Kreator juga memasukkan narasi mengenai masyarakat yang disebut harus turun tangan melalui donasi ketika menghadapi bencana alam.
Bagian lain dalam lagu tersebut menyentil perilaku pemerintah yang dinilai tidak serius menyelesaikan persoalan publik.
Kritik itu disampaikan dengan gaya satire dan permainan kata yang membuat video tersebut viral di media sosial.
Sebagian warganet mengapresiasi keberanian kreator menyampaikan kritik melalui karya musik, sementara lainnya mempertanyakan konsekuensi hukum dari lirik yang dianggap cukup tajam.
Salah satu pengguna bahkan menulis komentar bernada menantang, “berpotensi di penjara, teruskan,”
Komentar lain mempertanyakan fenomena penggalangan dana dari masyarakat untuk membantu persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.
“Emang ada negara yang minta donasi ke rakyatnya, Bang?” tulis seorang pengguna.
Isu kebakaran juga menjadi salah satu topik yang paling banyak disorot.