- Penyanyi Idgitaf menyatakan wajar menegur serta menjauh dari teman yang memiliki perbedaan pilihan politik di media sosial Threads.
- Selebgram Zarry Hendrik mengkritik unggahan Idgitaf karena dinilai berbahaya bagi persatuan bangsa dan membatasi pendengar karya musiknya.
- Unggahan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial antara warganet yang mendukung dan yang mengkhawatirkan terjadinya polarisasi.
Suara.com - Penyanyi Idgitaf ikut menyuarakan pandangannya mengenai kondisi Indonesia saat ini melalui unggahan di Threads.
Ia menyinggung pilihan politik dan sikap keberpihakan seseorang, termasuk ketika perbedaan pilihan terjadi di antara teman.
Dalam unggahannya, Idgitaf mengatakan keputusan untuk menegur hingga menjauh dari teman yang dinilai tidak lagi sejalan dengan prinsipnya merupakan hal yang wajar.
“Kalo kamu punya temen yang sekarang bersama rezim dan kamu udah gak setuju sama pilihan hidupnya, menegur dan memilih menjauh itu gapapa. Keberpihakan berlaku untuk tau siapa yang salah.”
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial.
Salah satu respons datang dari Zarry Hendrik, selebgram sekaligus komika yang pada Pilpres 2024 diketahui menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo-Gibran.
Di akun Instagram miliknya, Zarry mempertanyakan dampak pernyataan Idgitaf terhadap persatuan masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik semestinya tidak menjadi alasan untuk mengajak seseorang menjauh hanya karena berbeda pandangan.
“Sadarkah dia betapa berbahayanya postingan dia itu bagi persatuan? Sadarkah dia bahwa dia hidup di negeri yang dijahit oleh perbedaan-perbedaan?”
Zarry kemudian menyoroti posisi Idgitaf sebagai seorang musisi.
Ia mempertanyakan apakah karya seorang penyanyi hanya ditujukan untuk orang-orang yang memiliki pandangan politik sama.
“Apakah kalau dia bernyanyi, dia hanya ingin lagunya dinikmati oleh yang sependapat?”
Menurut Zarry, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang sah dalam ruang demokrasi.
Namun, ia menilai unggahan Idgitaf telah melewati batas kritik karena dianggap mengandung ajakan untuk menjauh dari kelompok tertentu.
“Mau kritik keras Pemerintah, silakan aja. Tapi buat saya postingan itu sudah bukan kritik. Itu ‘ajakan’ yang berbahaya.”