Tiara Andini pun melihat kehadiran di konser Kahitna ini sebagai kesempatan langka untuk memberikan penghormatan kepada karya-karya yang telah menemani begitu banyak orang.
"Kahitna adalah salah satu alasan saya percaya bahwa lagu cinta bisa bertahan melewati zaman tanpa kehilangan maknanya. Tampil di konser 40 tahun mereka terasa seperti kesempatan yang tidak akan datang dua kali, dan saya ingin memberikan yang terbaik sebagai bentuk hormat saya pada karya-karya yang sudah membesarkan begitu banyak kenangan orang lain, termasuk saya sendiri," paparnya.
Sedangkan Monita Tahalea, yang memiliki hubungan personal dengan lagu-lagu Kahitna sejak kecil. Kini, lagu-lagu yang dulu terdengar dari rumah justru membawanya ke panggung yang sama dengan musisi yang karya-karyanya ia dengarkan sejak lama.
"Saya tumbuh dengan lagu-lagu Kahitna diputar di rumah, jauh sebelum saya membayangkan akan berdiri satu panggung dengan mereka. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika sesuatu yang membentuk selera musik saya sejak kecil kini menjadi tempat saya ikut merayakan. Saya hanya ingin membawakan karya mereka dengan kejujuran yang sama seperti saat pertama kali saya jatuh cinta pada lagu-lagu itu," tandas Monita.
Sementara itu, Arsy Widianto juga memiliki kedekatan tersendiri dengan perjalanan Kahitna. Baginya, tampil di konser ini bukan sekadar menjalankan peran sebagai bintang tamu, melainkan ikut merayakan karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan keluarganya.
"Buat saya, Kahitna bukan sekadar grup musik legendaris, tapi juga bagian dari perjalanan yang sangat dekat dengan hidup saya sendiri. Malam nanti bukan sekadar tampil sebagai bintang tamu, melainkan ikut merayakan empat puluh tahun karya yang sudah menemani begitu banyak orang, termasuk keluarga saya. Saya ingin penampilan saya menjadi salah satu cara untuk mengatakan terima kasih," kata Arsy Widianto, penyanyi dan penulis lagu sekaligus putra sulung Yovie Widianto.
Sementara itu, Niki Becker menggambarkan lagu-lagu Kahitna sebagai bagian dari soundtrack masa kecilnya. Tidak mengherankan jika tawaran untuk menjadi bagian dari perayaan empat dekade Kahitna langsung disambutnya.
"Lagu-lagu Kahitna itu semacam soundtrack masa kecil saya, jadi begitu tawaran ini datang, saya tidak butuh waktu lama untuk bilang iya. Ada kebanggaan tersendiri bisa ikut menjadi bagian dari perayaan sebesar ini, di panggung yang dibangun dari empat dekade ketulusan berkarya. Saya cuma berharap bisa memberi warna yang pas untuk malam yang sudah begitu berarti bagi banyak orang," tukasnya.
Namun, sebelum para bintang tamu mengambil bagian dalam perayaan ini, ada satu hal yang membuat perjalanan Kahitna selama 40 tahun tetap terasa begitu personal: para personelnya sendiri juga memiliki cara masing-masing dalam memaknai perjalanan panjang itu.
Seperti dipaparkan Hedi Yunus, vokalis Kahitna, yang melihat empat dekade ini sebagai perjalanan yang terasa panjang di atas kertas, tetapi seolah kembali ke titik awal ketika Soulmate bernyanyi bersama mereka.
"Empat puluh tahun itu panjang sekali kalau dipikir-pikir, tapi begitu berdiri di panggung dan mendengar Soulmate ikut bernyanyi, rasanya seperti baru kemarin kami mulai. Konser ini adalah cara kami berterima kasih, bukan hanya untuk cinta yang mereka berikan pada lagu-lagu kami, tapi juga untuk kesetiaan mereka menemani perjalanan panjang ini," tukas Hedi Yunus.
Sedangkan Mario Ginanjar, juga vokalis Kahitna, melihat lagu-lagu lama mereka dari perspektif yang lebih dalam. Setiap lagu tidak lagi sekadar rangkaian melodi dan lirik, tetapi juga menyimpan potongan kehidupan orang-orang yang mendengarkannya.
"Setiap kali membawakan lagu-lagu lama Kahitna, saya selalu merasa ikut memasuki kenangan orang lain, ada yang teringat cinta pertamanya, ada yang teringat orang tuanya. Di usia 40 tahun ini, saya ingin membawakan setiap lagu dengan kesadaran penuh bahwa saya sedang menjaga kenangan banyak orang, bukan sekadar bernyanyi di atas panggung," janji Mario Ginanjar.
Lantas gitaris Kahitna, Andrie Bayuadji melihat bagaimana aransemen yang telah dibuat bertahun-tahun lalu masih mampu menghasilkan reaksi yang sama dari penonton hari ini.
“Dari balik gitar, saya melihat bagaimana aransemen-aransemen lama kami masih bisa membuat penonton menutup mata dan tersenyum sendiri. Itu yang membuat saya percaya bahwa musik yang jujur akan selalu punya tempat, apa pun zamannya. Konser 40 tahun ini adalah kesempatan kami membuktikan itu sekali lagi, dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya,” tukasnya.
Sedangkan Dody Isnaini, bassist Kahitna memandang setiap nada yang dimainkan sebagai bagian kecil dari cerita besar para pendengar Kahitna.
"Empat dekade berkarya membuat saya makin sadar bahwa setiap ketukan bass yang saya mainkan itu ikut menopang cerita hidup orang-orang yang mendengarkannya. Di konser ini, saya ingin bermain dengan hati yang sama seperti pertama kali kami manggung dulu, karena rasa syukur itu yang membuat kami masih ada sampai sekarang," ungkapnya.
Kemudian, Harry Suhardiman, pemegang sektor perkusi Kahitna mengingatkan bahwa warna musik Kahitna juga lahir dari detail-detail yang mungkin tidak selalu terdengar secara langsung, tetapi terasa dalam keseluruhan musik.
"Perkusi itu detail kecil yang sering tidak disadari, tapi justru dari detail-detail seperti itulah warna khas Kahitna terbentuk selama ini. Di panggung 40 tahun nanti, saya ingin setiap ketukan yang saya mainkan menjadi bagian dari kenangan baru yang akan dibawa pulang oleh para Soulmate malam itu," katanya tentang peran perkusi memberikan warna di konser nanti.
Selanjutnya, D. Bambang Purwono, keyboardist Kahitna melihat perayaan 40 tahun sebagai sebuah pengingat bahwa perjalanan panjang juga membawa tanggung jawab untuk menjaga kualitas musik Kahitna bagi generasi berikutnya.
"Sebagai bagian dari fondasi musik Kahitna, keyboard selalu menjadi tempat lahirnya banyak melodi yang akhirnya dikenang orang seumur hidup mereka. Merayakan 40 tahun ini membuat saya sadar betapa besar tanggung jawab kami untuk terus menjaga kualitas karya, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi Soulmate berikutnya," jelasnya tentang peran keyboard dalam memberikan warna bagi lagu-lagu Kahitna.
Pada akhirnya, mungkin itulah yang membuat KAHITNA 40 TAHUN terasa istimewa. Konser ini bukan semata tentang usia sebuah grup musik, melainkan tentang hubungan yang terbentuk selama empat dekade antara lagu dan orang-orang yang mendengarkannya.
Perayaan 40 Tahun Kahitna juga menjadi babak terbaru dari perjalanan panjang Enjoy Live Experience bersama Kahitna dan Yovie Widianto dalam menghadirkan konser-konser yang selalu meninggalkan kesan mendalam bagi para Soulmate.
Selama lebih dari dua dekade, Enjoy Live Experience telah dipercaya menghadirkan berbagai pertunjukan ikonik, mulai dari KAHITNA – Cerita Cinta (2011), Yovie and His Friends – Irreplaceable (2013), Up Close & Personal (2014), Film Mantan Terindah (2014), KAHITNA – Love Festival (2016), Kahitran, Yovie & His Friends – Inspirasi Cinta (2018), Project X (2020), Billion Songs Concert (2023), Konser Kahitna 2 Tahun Menuju 40 (2024), hingga Miliaran Cinta: Yovie Widianto & Andi Rianto Berkonser (2025).
Kini, perjalanan itu sampai pada satu titik yang jauh lebih besar.
Sebagai konser terbesar Kahitna sepanjang 40 tahun perjalanan mereka, NICE PIK 2 dipilih sebagai venue yang mampu menghadirkan pengalaman berskala besar, nyaman, dan representatif bagi puluhan ribu Soulmate dari berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara.
Dan mungkin, tiga hari sebelum konser dimulai, yang paling menarik bukanlah pertanyaan tentang lagu apa yang akan dinyanyikan atau kejutan apa yang sudah disiapkan. Melainkan tentang kenangan apa yang akan kembali hidup ketika ribuan suara menyanyikan lagu-lagu Kahitna secara bersamaan.
Sebab selama 40 tahun, Kahitna telah membuktikan bahwa musik yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan tempat di hati setiap generasi.
KAHITNA 40 TAHUN akhirnya bukan hanya tentang merayakan perjalanan Kahitna sejak 1986. Ini tentang merayakan semua cerita cinta, kehilangan, pertemuan, dan kenangan yang selama empat dekade telah menemukan soundtrack-nya melalui lagu-lagu Kahitna.***
Harga ticket Phase 2 konser 40 Tahun Kahitna

Super Diamond : Rp5.000.000 (Phase 2 Sold Out)
Diamond : Rp2.200.000 (Phase 2 Sold Out)
Platinum Plus : Rp2.000.000 (Phase 2 Sold Out)
Platinum Kanan & Kiri:Rp1.800.000 (Phase 2 Sold Out)
Gold Kanan & Kiri : Rp625.000 (Phase 2 Sold Out)
Silver Kanan & Kiri : Rp450.000 (Phase 2 Sold Out)
Festival A : Rp1.350.000
Festival B : Rp975.000
Catatan:
- Nomor kursi untuk kategori RSVP, Diamond, dan Platinum akan dicantumkan dalam konfirmasi pemesanan setelah pembayaran berhasil dilakukan.
- Kategori Silver dan Gold menggunakan sistem tempat duduk bebas (free seating).
- Harga tiket belum termasuk pajak pemerintah, biaya platform, royalti hak pertunjukan (performing rights), dan biaya layanan (convenience fee).
- Denah tempat duduk tidak dibuat berdasarkan skala sebenarnya.
- Tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
- Posisi yang ditampilkan hanya untuk keperluan ilustrasi.
- Lokasi maupun ukuran sebenarnya dapat sedikit berbeda dari ilustrasi.
Informasi Lengkap Mengenai Konser 40 Tahun Kahitna
- Nama Konser : Kahitna 40 Tahun
- Tanggal : Sabtu, 5 September 2026
- Venue : Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta
- Promotor : Enjoy Live Experience
- Gerai tiket resmi : Guehadir.id
- Laman Istagram : @kahitna40tahun @enjoylive.exp
- Tagar resmi acara : #Kahitna #Kahitna40tahun #EnjoyLiveExperience