- Sara Wijayanto menggugat cerai suaminya, Demian Aditya, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan setelah dua belas tahun menikah.
- Kecocokan pasangan bisa diulik melalui perhitungan weton Jawa yaitu Minggu Legi dan Kamis Wage.
- Perhitungan primbon Jawa menunjukkan pasangan ini memiliki tingkat kecocokan tinggi serta potensi rezeki berkecukupan namun tetap menghadapi tantangan gesekan rumah tangga.
Suara.com - Publik tengah dikejutkan dengan kabar Sara Wijayanto menggugat cerai Demian Aditya setelah 12 tahun pernikahan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Kabar perpisahan Sara Wijayanto dan Demian Aditya ini tentu membuat banyak penggemar terkejut.
Di tengah sorotan publik terhadap proses perceraian mereka yang sedang berjalan, banyak yang kemudian mengulik kembali latar belakang kecocokan pasangan ini, termasuk jika dilihat dari hitungan weton dan primbon Jawa.

Rincian Weton dan Neptu Sara Wijayanto dan Demian Aditya
Sara Wijayanto sendiri lahir pada tanggal 6 Mei 1979 bertepatan dengan weton Minggu Legi.
Hari Minggu bernilai 5 dan pasaran Legi bernilai 5, sehingga total neptu wetonnya adalah 10.
Berdasarkan primbon, pemilik weton ini dinaungi watak Satria Wibawa, yakni mandiri, berwibawa, dan teguh pendirian.
Sementara, Demian Aditya lahir pada tanggal 19 Juni 1980 bertepatan dengan weton Kamis Wage.
Hari Kamis bernilai 8 dan pasaran Wage bernilai 4, sehingga total neptu wetonnya adalah 12.
Pemilik weton ini dikenal sebagai sosok pekerja keras, mandiri, namun punya ambisi yang kuat.
Analisis Kecocokan Jodoh Minggu Legi dan Kamis Wage
Jika neptu Minggu Legi (10) dijumlahkan dengan neptu Kamis Wage (12), maka hasil gabungannya adalah 22.
Dalam perhitungan primbon Jawa yang dibagi dengan angka 5, hasil sisa pembagian dari angka 22 adalah 2, yang jatuh pada kategori Ratu.
Dalam primbon Jawa, pasangan yang masuk kategori Ratu diprediksi sangat dihargai, disegani, serta memiliki posisi sosial yang baik di tengah masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Rumah tangga mereka juga digambarkan harmonis, penuh wibawa, dan dihormati orang lain.
Persentase Kecocokan Tinggi dan Dinaungi Wasesa Segara
Secara keseluruhan, akumulasi berbagai metode hitungan primbon Jawa, mulai dari siklus Bejo, Gembili, Dana, Pangan, hingga Wasesa Segara dan Tunggak Semi menunjukkan bahwa tingkat kecocokan jodoh antara Kamis Wage dan Minggu Legi tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 83%, dengan potensi kegagalan atau hambatan yang terbilang kecil yaitu sekitar 17%.
Wasesa Segara dan Tunggak Semi adalah kombinasi yang menyimbolkan kelimpahan rezeki, keberkahan hidup yang lumintu (mengalir terus), serta kedudukan yang terpandang.
Dalam tradisi Jawa, pertemuan pasaran Wage yang wataknya sederhana, sabar, pekerja keras dan Legi yang wataknha lembut, ramah, penuh kasih sayang dipercaya sebagai perpaduan energi yang selaras.
Keduanya saling melengkapi antara kerja keras dan kelembutan emosional.
Potensi Tantangan dalam Hubungan
Meskipun secara angka primbon tingkat kecocokannya tinggi dan diprediksi mendatangkan rezeki berkecukupan, bukan berarti rumah tangga mereka bebas dari gesekan.
Dalam beberapa hitungan siklus, pasangan ini dinilai rentan terlibat cekcok atau pertengkaran di level ringan akibat perbedaan sifat dasar.
Selain itu, tantangan juga bisa muncul jika kedua belah pihak sama-sama terlalu pasif atau kaku dalam menghadapi suatu masalah besar, sehingga membutuhkan kompromi yang kuat.