Suara.com - Film horor-komedi Sisa Semalam menghadirkan perpaduan drama, romansa, aksi, dan komedi. Di balik proses produksinya, ada tantangan yang tidak sederhana, yakni memastikan setiap adegan komedi benar-benar mampu mengundang tawa ketika cerita diterjemahkan dari skenario ke layar.
Produser Sisa Semalam, Shankar, mengatakan membuat penonton tertawa justru memiliki tantangan tersendiri dibandingkan menghadirkan rasa takut dalam film horor.
"Kalau di film ini jujur tantangannya cukup besar, ternyata membuat penonton takut lebih mudah daripada membuat penonton tertawa. Membuat film horor lebih mudah dibanding membuat film komedi, lebih sulit membuat film komedi," ujar Shankar, saat media visit ke Kantor Suara.com, Rabu (23/9/2026).
Menurut Shankar, tantangan itu bahkan sudah dimulai sejak tahap penulisan skenario. Adegan yang terasa lucu ketika dibaca belum tentu menghasilkan respons yang sama setelah divisualisasikan.
"Kadang kalau kita membaca skenario, walaupun ini lucu tapi kita enggak ketawa, kondisi apa pun bahasa kertas mau dibikin bahasa visualnya tidak akan bisa ketawa juga," jelasnya.
Karena itu, materi dalam skenario perlu dikaji berulang kali agar humor yang ditulis dapat diterjemahkan dengan baik saat proses produksi.
"Banyak tulisan-tulisan lucu di kertas, tapi di gambar enggak lucu dan biasa-biasa saja. Itu tantangan yang masih preparation, yang masih dipersiapkan," lanjut Shankar.
Dodit dan John Eksplorasi Karakter
Pengalaman para pemain menjadi bagian penting dalam menghadirkan unsur komedi di Sisa Semalam. Dodit Mulyanto dan John yang memiliki latar belakang komika mengaku menikmati proses bermain dalam film ini.
John mengatakan komedi sudah menjadi bagian dari pengalaman dan proses latihannya sebagai aktor. Namun, dia tetap terbuka untuk mengeksplorasi karakter di luar genre yang selama ini dekat dengan dirinya.
"Sebagai aktor dan background komika, main film komedi merupakan suatu hal yang kita makan dan menjadi bahan kita latihan juga sehingga sudah biasa. Tapi untuk eksplor seperti keluar dari dunia kita, komedi, itu perlu," kata John.
Menurut John, Sisa Semalam juga terasa menyenangkan karena kembali mempertemukannya dengan teman-teman yang sudah dianggap seperti keluarga.
"Saya merasa seru karena sudah saya anggap seperti keluarga, jadi lebih enjoy aja ketika shooting. Kita dikasih kebebasan sebagai pemain untuk bisa mengeksplor setiap scene dan adegan juga. Jadi kita sharing sebelum take, itu yang bikin kami nyaman selama di lokasi shooting," ujarnya.
Sementara itu, Dodit mengaku tertarik dengan cerita Sisa Semalam yang menurutnya terasa fresh. Selain komedi, dia juga memiliki ketertarikan terhadap genre horor.
"Ini juga passion kita ya di komedi. Kemudian ingin mendalami ilmu hitam," kata Dodit sambil bercanda.