- Young Lex mengirim pesan kritik kepada Raffi Ahmad terkait kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
- Young Lex mengingatkan Raffi agar lebih berhati-hati menggunakan pengaruh media sosial demi menghindari dampak negatif terhadap gerakan mahasiswa.
- Raffi Ahmad membantah keterlibatan dalam perencanaan acara tersebut dan menyatakan hanya hadir sebagai pihak yang diundang sehari sebelumnya.
Suara.com - Young Lex ikut menyoroti polemik deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Ia bahkan mengaku langsung mengirim pesan WhatsApp kepada Raffi Ahmad yang turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah figur publik, termasuk Willie Salim.
Dalam pesannya, Young Lex menyampaikan kritik keras sekaligus mengingatkan Raffi agar lebih berhati-hati menggunakan pengaruhnya di media sosial.
Young Lex menyebut jumlah pengikut Raffi yang mencapai 74 juta orang membawa tanggung jawab besar, terutama ketika menyangkut isu sensitif di tengah situasi politik dan aksi mahasiswa.
"74 juta follower itu tanggung jawab yang sangat besar, A, dalam memposting yang bersifat sensitif di tengah perjuangan mahasiswa dan mahasiswi kita," tulis Young Lex dalam pesan tersebut.
Young Lex mengaku menyampaikan kritik itu bukan untuk menjatuhkan Raffi dari belakang.
Young Lex justru merasa perlu berbicara langsung karena mengenal sosok Raffi dan ingin mengingatkannya sebagai bentuk kepedulian.
"Karena aku kenal dan tidak mau ngomongin Aa dari belakang, aku pengen beri cinta dalam bentuk tamparan!" tulisnya.
Ia juga menilai kehadiran Raffi dalam acara tersebut berpotensi membuat gerakan mahasiswa pada 28 Oktober terkesan seperti bagian dari kegiatan deklarasi sehari setelahnya.
Menurut Young Lex, Raffi mungkin tidak mengetahui secara terperinci latar belakang acara, tetapi pihak yang mengundangnya semestinya memahami situasi yang sedang berkembang.
Young Lex bahkan mengingatkan Raffi agar tidak terus-menerus dimanfaatkan oleh orang-orang di lingkaran terdekatnya.
Young Lex mempertanyakan apakah orang-orang di sekitar Raffi benar-benar memberikan masukan atau hanya berusaha menyenangkan sang artis.
"Aa itu UTUSAN KHUSUS PRESIDEN LOH A, tanggung jawab besar sekali," tulis Young Lex, seraya berharap Raffi memiliki lingkungan yang berani memberikan masukan dan tidak sekadar menjadi yes man.
Raffi Ahmad Bantah Terlibat dalam Perencanaan Acara
Di tengah polemik yang berkembang, Raffi Ahmad telah memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda tersebut.
Raffi membantah terlibat dalam perencanaan, penyusunan teknis kegiatan, maupun pengerahan peserta.
Melalui pernyataan tertulis di media sosial, Raffi mengaku baru menerima undangan pada malam sebelum acara berlangsung.
Raffi juga menyebut tidak mengetahui secara terperinci susunan kegiatan maupun pihak-pihak yang hadir.
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," kata Raffi, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Raffi turut membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan pembatas jalan maupun atribut merek tertentu di lokasi.
Suami Nagita Slavina itu menegaskan tetap menghormati aspirasi mahasiswa yang menyampaikan demonstrasi pada peringatan Sumpah Pemuda.
Sementara itu, Willie Salim juga menyatakan kehadirannya hanya untuk memenuhi undangan.
Ia telah meminta maaf karena tidak memeriksa lebih jauh latar belakang kegiatan tersebut dan membantah menerima bayaran.