Kisah Dita Agusta Hidup Serumah Bersama Ratusan Kucing

Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Kisah Dita Agusta Hidup Serumah Bersama Ratusan Kucing
Dita Agusta (45) menggendong seekor kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Rumah Kucing Parung (RKP), nama yang disematkan oleh sang pemilik Dita Agusta (45) kini telah dihuni oleh sekitar 300 ekor kucing

Suara.com - Ada pemandangan yang tidak lazim ketika pertama kali memasuki sebuah rumah bercat dinding kuning di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat menggeser pintu kaca yang menghubungkan ruang tamu dengan dapur, puluhan ekor kucing terlihat tengah beraktivitas di setiap sudut rumah.

Seekor kucing berada di atas kulkas di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seekor kucing berada di atas kulkas di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ada yang tertidur di atas keranjang baju, berdiri di atas kulkas, berbaring malas di atas wastafel, hingga mencari sisa-sisa makanan di atas wajan di area dapur. Rumah tersebut diberi nama Rumah Kucing Parung (RKP)

Sejumlah kucing berada di area dapur Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah kucing berada di area dapur Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Rumah Kucing Parung (RKP), nama yang disematkan oleh sang pemilik Dita Agusta (45) kini telah dihuni oleh sekitar 300 ekor kucing.

Sejumlah kucing berada di area kandang Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah kucing berada di area kandang Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kucing-kucing yang menghuni rumah tersebut rata-rata merupakan kucing terlantar dan sakit yang diambil dari jalanan oleh Dita karena membutuhkan pertolongan dan perawatan khusus agar dapat bertahan hidup.

Seekor kucing berada di atas wastafel di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seekor kucing berada di atas wastafel di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ada pula beberapa kucing peliharaan yang sengaja dititipkan ke Rumah Kucing Parung karena sang pemiliknya merasa tidak sanggup lagi merawat si kucing. Bahkan, beberapa ekor kucing tampak tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap atau cacat fisik.

Dita Agusta (45) memberikan vitamin ke salah satu kucing kesayangannya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) memberikan vitamin ke salah satu kucing kesayangannya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Saya kalau me-rescue kucing di jalan biasanya yang memang betul-betul membutuhkan pertolongan dan perawatan khusus, kalau terlihat sehat dan agak bersih paling hanya saya kasih makan saja,” ucap Dita sembari memberi makan sejumlah kucing di halaman belakang rumahnya.

Seorang petugas memindahkan kucing ke kandang di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang petugas memindahkan kucing ke kandang di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dalam mengurus ratusan ekor kucing di rumahnya, Dita dibantu suaminya Mohammad Lutfi (55), tiga orang anaknya serta lima orang pekerja yang bertugas merawat kandang, memberi vitamin, membersihkan kotoran dan lain sebagainya.

Dita Agusta (45) menggendong salah satu kucing kesayangannya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) menggendong salah satu kucing kesayangannya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Penampungan kucing yang sudah ada sejak 2015 ini berawal dari kecintaannya pada hewan berkaki empat itu. Karena jumlahnya yang terus bertambah banyak, Dita yang sebelumnya tinggal di Bekasi dan beberapa lokasi di Jakarta memutuskan untuk pindah ke daerah pinggiran Ibu Kota untuk mendapatkan cukup ruang untuk keluarga beserta ratusan kucingnya.

Dita Agusta (45) menandatangani sejumlah surat perjanjian adopsi kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) menandatangani sejumlah surat perjanjian adopsi kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Hidup berdampingan dengan ratusan ekor kucing dalam satu rumah bukanlah hal yang mudah. Selain merawat dan berbagi ruang, tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.Untuk satu hari, Dita biasanya mengalokasikan uang sebesar Rp 1 juta untuk keperluan pakan kucing dan kebutuhan lainnya, di luar dari biaya pemberian vitamin yang biasa diberikan setiap sore.

Dita Agusta (45) memberi makan kepada sejumlah kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) memberi makan kepada sejumlah kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Maka dari itu, Dita mengaku membuka donasi dan sumbangan dalam bentuk apapun bagi siapa saja yang yang berniat membagi rezekinya bagi kucing-kucing di Rumah Kucing Parung.

Dita Agusta (45) bermain dengan sejumlah kucing di dalam kamar anaknya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) bermain dengan sejumlah kucing di dalam kamar anaknya di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Selain menampung dan merawat ratusan kucing, Dita bersama Rumah Kucing Parung juga memiliki misi untuk membuka adopsi bagi kucing-kucing yang telah menjalani perawatan dan telah dinyatakan sehat. Salah satunya Siti Nurhadijah (48) dari Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Dia mengaku mengadopsi kucing dari Rumah Kucing Parung karena kucing peliharaannya yang dulu sudah meninggal.

Dita Agusta (45) memberi makan kepada sejumlah kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) memberi makan kepada sejumlah kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Keberadaan Rumah Kucing Parung ini sejatinya bukanlah sekadar tempat penampungan dan pembuangan kucing. Lebih dari itu, Dita bersama dengan Rumah Kucing Parung berpesan kepada kepada pemilik hewan agar senantiasa selalu menjaga dan merawat hewan peliharaannya dalam kondisi apapun serta jangan mudah melepas binatang peliharaannya hanya karena keadaan tertentu.

Dita Agusta (45) menggendong seekor kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Dita Agusta (45) menggendong seekor kucing di Rumah Kucing Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dita juga berpesan kepada masyarakat untuk turut mengambil peran dalam membantu keberadaan kucing dengan mengadopsi kucing tersebut dan memeliharanya dengan baik.

Foto dan Teks
Suara.com/Angga Budhiyanto

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS