Jakarta di Bawah Bayang-bayang Virus Corona

Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Jakarta di Bawah Bayang-bayang Virus Corona
Petugas medis meggunakan pakaian ‘biosafety’ saat penyuluhan pencegahan virus corona (COVID-19) di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (29/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Virus corona (COVID-19) merupakan pandemi yang pertama kali dilaporkan muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir bulan Desember 2019

Suara.com - Virus corona (COVID-19) merupakan pandemi yang pertama kali dilaporkan muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir bulan Desember 2019 dan diantisipasi pada bulan Januari 2020. Virus ini adalah kumpulan virus yang berasal dari kelelawar yang kemudian menularkan penyakit kepada manusia dan dapat menginfeksi sistem pernapasan.

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengenakan pakaian pelindung khusus saat menangani pasien yang diduga terkena virus Corona di ruang isolasi gedung Mawar Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengecekan suhu tubuh seorang warga saat sosialisasi mengenai virus corona (COVID-19) di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sejak diketahui virus ini merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat dan menginfeksi banyak warga di China, sejumlah lembaga pemerintahan maupun swasta di Indonesia mulai mengadakan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengecekan suhu tubuh seorang warga saat sosialisasi mengenai virus corona (COVID-19) di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengecekan suhu tubuh seorang warga saat sosialisasi mengenai virus corona (COVID-19) di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tim dokter memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang virus baru ini serta penanganan dini apabila terjangkit.

Sejumlah warga menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah warga menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Penyebaran virus yang begitu cepat membuat pemerintah harus sesegera mungkin menentukan langkah untuk menyelamatkan warga negaranya, khususnya yang berada di Wuhan, China serta mencegah virus tersebut masuk ke Indonesia.

Petugas melakukan pengecekan suhu tubuh sejumlah calon penumpang sebelum memasuki Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas melakukan pengecekan suhu tubuh sejumlah calon penumpang sebelum memasuki Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pemerintah pun memulangkan 248 WNI dari Wuhan ke Indonesia dengan melakukan penjemputan dan dilanjutkan dengan observasi serta karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

Sejumlah calon Jamaah Umroh tertidur saat menunggu kepastian pemberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah calon Jamaah Umroh tertidur saat menunggu kepastian pemberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Akan tetapi, virus yang masih satu keluarga dengan SARS dan MERS ini seakan tidak tebendung penyebarannya. Di Indonesia sendiri, virus ini mulai diketahui saat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua WNI asal Depok yang positif terkena virus corona dan tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Petugas melakukan uji coba mesin ‘thermal scanner’ saat simulasi pencegahan penyebaran virus corona di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas melakukan uji coba mesin ‘thermal scanner’ saat simulasi pencegahan penyebaran virus corona di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pun mengumumkan delapan rumah sakit rujukan untuk menangani kasus virus corona di DKI Jakarta.

Petugas membersihkan bagian dalam pada rangkaian kereta Light Rapid Transit (LRT) di Depo LRT Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Jumat (6/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas membersihkan bagian dalam pada rangkaian kereta Light Rapid Transit (LRT) di Depo LRT Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Jumat (6/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Setelah virus corona diketahui sudah masuk ke Indonesia, pemerintah pun mengimbau masyarakat agar waspada sehingga dapat menekan penyebaran virus ini. Imbauan awal dari pemerintah diantaranya memakai masker apabila beraktivitas di luar ruang, selalu mencuci tangan dengan cairan pembersih tangan maupun dengan air mengalir hingga menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain atau physical distancing.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Brawijaya XII, Jakarta Selatan, Minggu (8/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Brawijaya XII, Jakarta Selatan, Minggu (8/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran virus ini pun dilakukan di beberapa titik keramaian, tempat beribadah dan sarana transportasi umum diantaranya melakukan pembersihan serta penyemprotan cairan disinfektan di transportasi umum, melakukan pengecekan suhu tubuh bagi para calon penumpang, pemberlakuan physical distancing hingga pembatasan operasional perjalanan transportasi umum.

Suasana di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Namun, beberapa upaya tersebut seakan kurang efektif untuk membendung penyebaran virus ini. Pemerintah yang dinilai menyepelekan dan lambannya penanganan serta pengambilan keputusan membuat banyak warga di Indonesia terinfeksi virus ini, hingga menyentuh angka 1.414 pasien positif terjangkit, 122 pasien meninggal dunia dan sebanyak 75 pasien sembuh per Senin 30 Maret 2020.

Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Selain mengakibatkan banyaknya warga yang terjangkit, virus ini juga mempengaruhi banyak sektor di Indonesia, salah satu yang paling terdampak adalah sektor perekonomian.

Pengunjung melintas di dalam Blok M Mall, Jakarta, Selasa (24/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pengunjung melintas di dalam Blok M Mall, Jakarta, Selasa (24/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Banyaknya titik-titik keramaian yang diharuskan ditutup sementara waktu (seperti toko, pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan destinasi wisata), mulai diterapkannya aturan bekerja dari rumah atau work from home, aturan untuk tidak berkumpul serta tidak keluar rumah untuk sementara membuat perekonomian di Indonesia menjadi merosot. Alhasil, nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar menjadi Rp16.336/USD pada Senin 30 Maret 2020.

Suasana sepi di salah satu wahana Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (14/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana sepi di salah satu wahana Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (14/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Untuk menyikapi hal ini, pemerintah harus segera mengambil langkah yang tegas agar virus ini tidak semakin banyak menginfeksi warga Indonesia serta membuat perekonomian semakin anjlok.

Suasana sepi di salah satu wahana Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (14/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana sepi di salah satu wahana Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (14/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Setidaknya ada dua opsi yaitu karantina kewilayahan atau lockdown dan melakukan tes cepat atau rapid test. Untuk sementara, pemerintah mengambil opsi kedua, yaitu melakukan tes cepat kepada warga yang diduga terinfeksi virus corona.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang akan memindahkan logistik kesehatan dari pesawat Hercules C-130 di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas yang akan memindahkan logistik kesehatan dari pesawat Hercules C-130 di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menangani pasien corona di Wisma Atlet Kemayoran, dan juga mendatangkan logistik kesehatan yang didatangkan dari China.

Sejumlah petugas menyiapkan peralatan medis yang akan digunakan untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah petugas menyiapkan peralatan medis yang akan digunakan untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dalam kondisi seperti saat ini, seluruh warga pasti berharap agar wabah ini segera berlalu. Maka dari itu, dibutuhkan harmonisasi serta koordinasi yang baik antara pemerintah dan warga, agar mata rantai penyebaran virus ini dapat diputus.

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pemerintah harus dapat menjalankan opsi yang dipilih dengan tegas dan memikirkan langkah selanjutnya apabila situasi semakin parah.

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, Sabtu (28/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, Sabtu (28/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Di sisi lain, warga untuk sementara waktu harus mau menjalankan kebijakan dari pemerintah agar dapat menekan angka warga yang terinfeksi virus corona.

Foto dan Teks
Suara.com/Angga Budhiyanto

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS