alexametrics

Tren 'Thrifting' di Tengah Pandemi Covid-19

Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Calon pembeli memilih pakaian bekas layak pakai (thrifting) yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Calon pembeli memilih pakaian bekas layak pakai (thrifting) yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Berkurangnya pendapatan akibat pandemi COVID-19 membuat tren thrifting menjadi alternatif pemasukan bagi para pedagang pakaian bekas

Suara.com - Calon pembeli memilih pakaian bekas layak pakai (thrifting) yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Berkurangnya pendapatan akibat pandemi COVID-19 membuat tren thrifting menjadi alternatif pemasukan bagi para pedagang pakaian bekas. Di tengah pandemi, salah satu bisnis yang mampu bertahan adalah dengan thrifting, karena barang yang dijual relatif terjangkau dengan daya beli masyarakat.

Untuk diketahui, thrifting merupakan kegiatan membeli pakaian bekas yang masih layak pakai untuk menghemat pengeluaran, serta bisa mengurangi limbah tekstil. Pakaian bekas ini berasal dari negara Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Australia dengan kualitas yang layak pakai. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Komentar