Intip Klenteng Thian Hou Kiong, Tertua di Indonesia Timur

Dwi Bowo Raharjo | Alfian Winanto
Warga keturunan Tionghoa bersiap untuk melaksanakan sembahyang pada Tahun Baru Imlek 2574 di Klenteng Thian Hou Kiong, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (22/1/2023). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/aww]
Warga keturunan Tionghoa bersiap untuk melaksanakan sembahyang pada Tahun Baru Imlek 2574 di Klenteng Thian Hou Kiong, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (22/1/2023). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/aww]

Klenteng Thian Hou Kiong merupakan satu-satunya Klenteng yang ada di Kota Ternate.

Suara.com - Warga keturunan Tionghoa bersiap untuk melaksanakan sembahyang pada Tahun Baru Imlek 2574 di Klenteng Thian Hou Kiong, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (22/1/2023).

Klenteng Thian Hou Kiong merupakan satu-satunya Klenteng yang ada di Kota Ternate dan menjadi yang tertua di Indonesia Timur.

Klenteng Thian Hou Kiong ini sudah berusia 366 tahun ini dibangun pada tahun 1657 pada masa kepemimpinan Sultan Mandarsyah.

Setiap menjelang hari keagamaan, klenteng yang terletak di Lorong Tapikong atau Lorong Naga itu, selalu menjadi magnet bagi etnis China yang berada di sekitar Pulau Ternate, seperti Makeang, Bacan, dan daratan Halmahera.

Nama klenteng ini sendiri memiliki arti Ibu Suri Agung. Nama itu merujuk pada Tian Shang Sheng Mu, atau lebih dikenal sebagai Mak Co dan Dewi Laut. Rujukan ini, berdasarkan geografis Kota Ternate yang berada di pesisir sehingga berdekatan dengan laut. [ANTARA FOTO/Andri Saputra/aww]