Menelisik Alasan di balik Julukan Bapak Tionghoa Indonesia untuk Gus Dur

Purwokerto | Suara.com

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:39 WIB
Menelisik Alasan di balik Julukan Bapak Tionghoa Indonesia untuk Gus Dur
Alasan di balik Julukan Bapak Tionghoa Indonesia untuk Gus Dur

PURWOKERTO.SUARA.COM- Saat perayaan Tahun Baru Imlek oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia pasti tak akan lepas dari sosok yang satu ini, yaitu Gus Dur atau Abdurrahman Wahid.

Seperti yang kita tahu, pada tahun 2004 silam, Presiden Keempat Republik INdonesia itu diberi gelar sebagai Bapak Tionghoa Indonesia oleh Perkumpulan Sosial Rasa Dharma di Kleteng Tay Kek Sie, Semarang, Jawa Tengah. 

Tapi, kenapa Abdurrahman Wahid atau yang bisa kita kenal sebagai Gus Dur dijuluki sebagai bapak Tionghoa?

Sosok Gus Dur sebagai seorang ulama yang nyentrik memiliki pemikiran yang pluralis. Dia termasuk tokoh yang tidak suka diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia. Selain itu, Gus Dur merupakan orang pertama yang berhasil menyelesaikan permasalahan diskriminasi yang dialami etnis Tionghoa. 

Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000, Gus Dur mengakhiri satu permasalah diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dan pada akhirna mereka dapat merayakan Hari Imlek secara bebas dan terbuka. 
Dengan Keppres tersebut, aturan yang berasal dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 yang mengatur tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China dapat ditepis. 

Jika menelisik peraturan lama, kelompok Tionghoa di Indonesia tidak diperbolehkan melakukan tradisi atau pun kegiatan peribadatan secara mencolok di depan umum dan hanya diperbolehkan dilakukan di lingkungan keluarga. 

Hal itu terjadi pada masa Pemerintahan Soeharto yang menganggap bila aktivitas yang dilakukan masyarakat Tionhoa akan menghambat proses asimilasi dengan masyarakat pribumi.  

Bahkan, pada saat itu etnis kelompok Tionghoa yang ada di Indonesia diminta untuk mengganti identitas mereka menjadi nama yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Lalu, ketika resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia, Gus Dur banyak sependapat dengan beberapa pemikiran Soeharto. 

Menurutnya, etnis Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia, oleh karena itu mereka harus mendapatkan hak-hak yang setara. Termasuk dalam menjalankan ibadah keagamaannya. 

Gus Dur juga berpendapat jika masyarakat Muslim Tionghoa boleh merayakan Tahun Baru Imlek sehingga perbuatan itu tidak dianggap sebagai tindakan yang musyrik. Menurutnya, perayaan ini adalah bagian dari sebuah tradisi budaya, bukan agama. 

Tidak hanya itu, Gus Dur juga menetapkan hari raya Imlek sebagai hari libur fluktuatif. Yang artinya hanya masyarakat yang merayakan yang diperbolehkan libur. Baru pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Hari Raya Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional. 

Bagi seorang Gus Dur pluralisme yang tumbuh di masyarakat  bisa terjadi ketika seluruh masyarakat  mau menghargai demokrasi yang berpedoman pada hukum dan juga perlakuan yang sama terhadap semua warga negara. 

Itulah alasan dibalik julukan yang diterima oleh Gus Dur sebagai Bapak Tionghoa di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Promo Imlek, KAI Diskon Tiket Kereta Api ke Berbagai Tujuan

Promo Imlek, KAI Diskon Tiket Kereta Api ke Berbagai Tujuan

| Rabu, 18 Januari 2023 | 20:19 WIB

Shio Mana Aja Yang Paling Beruntung di Tahun Kelinci Air

Shio Mana Aja Yang Paling Beruntung di Tahun Kelinci Air

| Selasa, 10 Januari 2023 | 18:06 WIB

Makna dan Harapan dari Makanan Khas Imlek

Makna dan Harapan dari Makanan Khas Imlek

| Selasa, 10 Januari 2023 | 14:58 WIB

Terkini

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB

Usai Bela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Malah Dibekukan Sementara Oleh Klubnya

Usai Bela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Malah Dibekukan Sementara Oleh Klubnya

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:34 WIB

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:32 WIB

5 Parfum Lokal Unisex yang Tahan Lama dan Aromanya Netral

5 Parfum Lokal Unisex yang Tahan Lama dan Aromanya Netral

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 15:31 WIB

Simpel dan Anti Boring, Intip 4 Daily Outfit ala Han Ji Hyun

Simpel dan Anti Boring, Intip 4 Daily Outfit ala Han Ji Hyun

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Gen Z Tidak Kurang Dukungan Hanya Kecanduan Pengakuan, Benarkah?

Gen Z Tidak Kurang Dukungan Hanya Kecanduan Pengakuan, Benarkah?

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan

ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan

Jabar | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB