Suara.com - Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/4/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 terjadi surplus sebesar USD 1,27 miliar.
Surplus neraca perdagangan ini didorong oleh komoditas nonmigas yang menyumbang surplus USD 2,19 miliar yakni lemak dan minyak hewan/nabati.
Sementara itu, neraca perdagangan komoditas migas defisit sebesar USD 0,92 miliar dengan beberapa komoditas penyumbang yaitu minyak mentah, hasil minyak, dan gas.
BPS menyebut kinerja surplus ini turut ditopang ekspor nonmigas ke sejumlah mitra utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, serta komoditas unggulan seperti nikel dan produk manufaktur yang menjaga kinerja perdagangan tetap positif. [Suara.com/Alfian Winanto]