Fresh.suara.com - Mulan Jameela meminta Kementerian Perindustrian untuk memikirkan masak-masak soal rencana konversi kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik induksi. Pasalnya, menurut Mulan Jameela, banyak sekali kegiatan masak-memasak masyarakat Indonesia yang tidak dapat diakomodir kompor listrik induksi.
Hal tersebut disampaikan Mulan Jameela dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi VII DPR, komisi yang membidangi Energi, Riset, Teknologi, dan Lingkungan Hidup. Awalnya Mulan menanyakan, apakah harga tiap kompor induksi yang dianggarkan Rp1,5 juta sudah termasuk panci dan wajan. Pasalnya, wajan dan panci untuk kompor listrik terbilang mahal.
“Katanya harganya kompor induksi ini satu setengah juta, boleh tanya nggak, sudah termasuk wajan sama panci, apakah tersedia, berbagai ukuran, kalau ibu-ibu udah pasti baliknya ke situ. Belum lagi wajan pancinya mahal-mahal pak,” ujar Mulan Jameela dalam potongan video rapat dengar pendapat dengan Kementerian Perindustrian, yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.real.
Mulan Jameela melanjutkan, masyarakat Indonesia tidak dapat lepas dari kompor gas. Sebab, orang Indonesia lekat dengan tradisi hajatan yang membutuhkan aktivitas masak-masak dalam jumlah besar. Hal itu, menurut Mulan, tidak dapat diakomodir oleh kompor listrik.
“Kami di rumah aja punya kompor listrik, tetap tidak bisa lepas dari kompor gas, kenapa , karena masakan Indonesia ya beda, bukan kaya masakan orang bule yang pancinya seukuran gitu, apalagi kalau ada hajatan, mana cukup?” tutur Mulan.
Minta agar rencana konversi kompor listrik dikaji lagi
![Mulan Jameela di rapat dengan Dirjen Kemenperin [TV Parlemen]](https://media.suara.com/suara-partners/fresh/thumbs/1200x675/2022/09/23/1-mulan-jameela-di-rapat-dengan-dirjen-kemenperin.png)
Mulan meminta agar rencana konversi tersebut dikaji kembali. Ia khawatir jika dipaksakan diimplementasikan, akan menimbulkan masalah di masyarakat.
“Ini masalahnya, pak maaf ya pak, kita tahu kementerian perindustrian hanya menjalankan mandat, tahu betul dan ini tujuannya untuk menekan laju impor gas elpiji dan bagaimana menyelesaikan masalah oversupply tapi ya mbok dipikir, ini bener-bener menimbulkan masalah lagi,” lanjut Mulan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa konversi kompor LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum akan diberlakukan pada tahun 2022.
"Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi dari kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi," ujar Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terkait Program Konversi Kompor LPG 3, dikutip dari Antara, Jumat (23/9/2022).
Baca Juga: Pesulap Merah Rela Mati 'Diserang' Dukun
Airlangga mengatakan, pemerintah mendengar saran dari masyarakat sekaligus melihat kondisi di lapangan sebelum memutuskan melakukan konversi.
Ujar Airlangga, pembahasan anggaran dengan Dewan Perwakilan Rakyat IDPR) terkait dengan program konversi kompor LPG 3 kg ke kompor listrik induksi tersebut belum dibicarakan dan belum disetujui
Dengan demikian program kompor listrik induksi kini sifatnya masih merupakan uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari rencana 300 ribu unit yang akan dilaksanakan di Bali dan Solo.