Fresh.suara.com - Denise Chariesta menceritakan bahwa Bulan gagal melewati tes yang dilakukan oleh ayah R, mertua SYR, alias Santi Yanti Ranti, untuk menguji bahwa dirinya tak lagi menjual diri. Kata Denise Chariesta, iman Bulan runtuh saat diiming-imingi bayaran untuk menjual dirinya seharga Rp 2 miliar.
Pernyataan itu adalah bagian dari cerita pendek yang dibacakan Denise Chariesta di konten video terbarunya. Meski banyak sekali inisial yang bisa dikait-kaitkan dengan sejumlah nama tenar di dunia hiburan Indonesia, Denise bersikeras bahwa kesamaan nama dan tokoh dalam ceritanya hanyalah kebetulan semata.
Ia malahan membuat statement lisan di awal videonya bahwa semua yang ia sampaikan hanyalah fiktif semata. Semua, kata Denise, lahir dari imajinasi dan halusinasinya.
“Bulan” adalah sosok yang selama ini sering ia sebut di video-video Insta Storynya. Ada kalanya, ia juga menyebut “Luna”. Dua sebutan berbeda untuk satu orang yang sama, orang yang diklaimnya sebagai teman dekat RD.
RD ini adalah kekasih gelap Denise selama empat tahun, sosok yang sudah beristri dan sudah punya anak. Denise geram pada Bulan, lantaran dianggap memcoba memboikotnya dengan berbagai cara.
Denise pun membongkar aib Bulan, yang menurutnya diputus oleh sang kekasih, R, lantaran kepergok menghisap barang haram di depan mata kepalanya sendiri. Diputus oleh R, Bulan, menurut Denise, tak menyerah untuk mendapatkan cintanya kembali.
Ia mendatangi keluarga R karena R tidak dapat dihubungi. Keluarga R mengatakan bahwa R sedang di Hong Kong dan memberikan nomor teman R untuk berjaga-jaga sekiranya R tak dapat dihubungi di kota tersebut.
“Keluarganya itu memberi tahu bahwa pangeran sedang berada di Hong Kong dan memberikan nomor kontak teman pangeran sekiranya pangeran tidak dapat dihubungi,” ujar Bulan dalam cerita pendek yang ia klaim sebagai imajinasinya itu.
Singkat cerita, Bulan terbang ke Hong Kong dan setibanya di sana, ia tak dapat menghubungi R. Nomor pemberian keluarga R yang dihubungi dan Bulan diminta datang ke sebuah hotel.
“Dengan semangat Bulan mengejar cintanya sampai ke Hong Kong. Berbekal nomor yang diberikan keluarganya ia langsung membeli tiket. Seperti dugaan, pangeran masih tidak dapat dihubungi oleh wanita yang cantik seperti bulan ini. Dan akhirnya Bulan menghubungi nomor yang diberikan oleh keluarganya. Seperti mendapatkan angin segar, teman pangeran membantu Bulan untuk datang ke sebuah hotel. Tanpa berpikir panjang, Bulan langsung memesan taksi untuk ke hotel yang ia tuju,” ujar Denise sambil membaca tulisan di laptop.
Namun, apa daya, bukan R yang Bulan dapati di hotel, melainkan seorang pria dewasa yang tidak ia kenal sama sekali.
“Ia berlari dengan cepat ke depan pintu kamar dan mulai mengetuk. Senyum lebar dari wajahnya pun berubah jadi raut kebingungan ketika ia melihat siapa yang ada dalam kamar tersebut, sosok pria dewasa yang ia tak pernah temui,” uja Denise.
Bulan terkejut dan bingung bukan main. Ia tidak tau harus apa. Ketika mencoba menelepon nomor kawan R, ponsel pria dewasa itu yang berbunyi. Bulan pun ketakutan.
“Lalu, jawaban pria dewasa itu, “makasih udah datang, ayo masuk, aku udah transfer semuanya ke rekening kamu” ucap pria tersebut sambil menunjukkan bukti transfer,” lanjut Denise.
Perlahan, rasa takut yang dirasakan Bulan berubah menjadi rasa takjub. Ia terpana melihat nominal yang tertera pada bukti transfer tersebut.
“Wanita yang cantik seperti bulan itu kaget melihat nominal yang tertera di bukti transfer tersebut,” lanjut Denise.
Ternyata oh ternyata, semua itu adalah jebakan yang sudah diatur oleh ayahanda R, yang kemudian menjadi mertua dari SYR. Bukan Syahrini, kata Denise, melainkan Santi Yanti Ranti, dalam cerpen imajinatif karyanya tersebut.
Sang ayah R, disebut Denise sebagai “Sang Raja” tidak mau putranya salah pilih pasangan hidup. Ia pun menelusuri latar belakang Bulan dan mendapati bahwa calon menantunya itu pernah menjual diri di masa lalu.
“Raja, ayah dari pangeran ini, dia menelusuri semua kehidupan wanita yang cantik seperti bulan ini karena dia mau memiliki calon istri yang terbaik untuk pangerannya yang akan dijadikan ratu,” ujar Denise.
“Namun, wanita cantik seperti bulan ini kurang beruntung, apa yang dilakukan di masa lalu itu tercium semua. Sang raja menemukan fakta, ternyata tujuh tahun yang lalu dia pernah melakukan transaksi sebesar 100 juta per malam,” lanjut Denise.
Untuk mengetahui apakah Bulan masih mau terima tawaran jual diri, Sang Raja mengatur pertemuan Bulan dengan pria dewasa di kamar hotel itu. Uang senilai 2 miliar rupiah pun dijadikan umpan untuk memancing Bulan.
“Maka dari itu, sang raja ini mencoba menjebak, mengetes untuk membuka mata pangeran, lalu ia melakukan skenario untuk mengetes dia apakah dia masih berjualan atau tidak dan mencoba untuk menawarkan sebesar 2 miliar rupiah dengan tawaran terbang ke Hong Kong dan melakukan transaksi di Hong Kong,” lanjur Denise Chariesta.
Sayangnya, kata Denise, Bulan tergiur dengan besarnya uang tersebut. Ia pun menerima tawaran yang membuat dirinya gagal bersanding dengan R, lelaki pujaan hatinya.
“Lalu apa daya, wanita cantik seperti bulan ini nasibnya kurang beruntung juga, ia menerima tawarannya. Dari situ, semuanya kandas. Setelah ketahuan tentang narkoba, setelah ketahuan tentang terima tawaran 2M, semua kandas,” tutup Denise Chariesta.