Bebi Silvana mengakui bahwa ada pertengkaran antara dirinya dan Opick setiap malam. Hal ini membuatnya kesal karena Opick selalu diam saat publik menghakiminya tentang masalah poligami.
Bebi Silvana merasa frustrasi karena publik selalu membawa-bawa masalah masa lalu Opick. Bahkan Opick tetap diam ketika almarhumah mantan istrinya masih sering dituduh sebagai pelakor.
"Saya rasa, pertengkaran ini bukan berasal dari orang ketiga seperti yang diberitakan, tentang keinginan untuk berpoligami, dan sebagainya. Tapi, saya tidak tahu banyak tentang masa lalu Mas Opick. Saya sempat berbicara tentang masa lalu sebelum menikah, dan saya mengatakan bahwa itu sudah berakhir dan tidak ada masalah. Tapi mengapa setelah menikah, saya terus digiring masuk ke masalah Opick?" jelas Bebi Silvana saat menjadi bintang tamu di acara Rumpi Trans TV beberapa waktu lalu.
"Kami sering bertengkar setiap malam karena dia tidak mau berbicara di depan publik. 'Ayo bicara, semua orang menghujatmu. Poligami, poligami.' Mbak Wulan tidak bersalah, tapi dia disebut pelakor. Semua orang berdosa terhadap orang yang sudah meninggal," tambahnya.
Bebi Silvana membantah bahwa mantan istri Opick adalah pelakor. Ia tidak kuasa menahan tangisnya saat mengenang hujatan yang dialamatkan padanya sebagai pelakor.
"Padahal dia bukan pelakor. Saya memiliki bukti, bahwa tidak semuanya adalah kesalahan Opick dan Mbak Wulan. Saya terkena imbas dari masalah mereka. Kadang-kadang di media sosial saya juga dihujat, 'Dasar lo pelakor saja. Seharusnya kamu ikut mati bersama pelakor itu'," ucap Bebi Silvana sambil menangis.
Bebi Silvana tidak bisa memahami mengapa masih ada orang yang menghujat mantan istri Opick padahal dia sudah meninggal dunia.
"Bagaimana kalian yang menghujat dan membicarakan pelakor, pelakor, tidak memikirkan keluarganya, orang tua mereka, terutama ibu Mbak Wulan. Maafkan, ibunya merasa marah ketika anak saya disebut pelakor. Padahal yang menjodohkan Opick dengan almarhumah adalah Mbak Dian yang membawanya ke sana," ungkap Bebi Silvana.
Bebi Silvana mengklaim bahwa dia memiliki bukti dan saksi terkait masalah tersebut. Namun, yang membuatnya menyesal adalah bahwa tidak ada yang membela Wulan Mayasari sampai akhir hayatnya.