SuaraGarut.id - Masih ingat politisi Denmark Rasmus Paludan pembakar Al Quran?
Rasmus Paludan adalah politisi Denmark pembakar Al Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Swedia beberapa waktu.
Kini politisi Denmark pembakar Al Quran ini ditolak kedatangannya ke Inggris.
Penolakan Inggris terhadap politisi garis keras asal Swedia ini, diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Urusan Keamanan Inggris, Tom Tugendhat
Tugendhat mengatakan, Rasmus Paludan masuk ke dalam daftar ‘indeks peringatan’ pihak Inggris.
Dikabarkan, politisi sayap kanan Denmark ini akan datang ke Inggris untuk kembali melakukan aksi sama, yaitu melakukan pembakaran Al Quran di depan publik di Wakefield.
“Politisi sayap kanan Denmark yang Islamopobia Rasmus Paludan ia akan datang ke Wakefield untuk satu tujuan yaitu membakar Al-Quran di ruang publik,” kata Tugendhat, dikutip dari Antara, Rabu (22/3/2023).
Ia menambahkan, Paludan orang berbahaya, kedatangannya akan mengganggu kenyamanan publik.
Rencana Rasmus Paludan datang ke Inggris terungkap dari unggahan media sosial yang bersangkutan.
Baca Juga: Tukang Ojek Asal Sulsel di Papua Tewas Ditembak, Pelaku Diduga OPM Berjumlah Dua Orang
Ketua partai sayap kanan Stram Kurs itu mengabarkan, akan melakukan perjalanan ke kota Wakefield di Inggris untuk kembali membakar Al-Quran pada hari pertama bulan suci Ramadan.***