SuaraGarut.id - Kabupaten Garut jadi salah satu daerah yang telah memenuhi target pengiriman sampel diantara 19 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran polio yang telah ditemukan di Kabupaten Purwakarta.
Ketua Tim Surveilans Dinkes Jabar Dewi Ambarwati mengungkapkan, penemuan polio di Kabupaten Purwakarta tak lepas dari usaha pemerintah setempat menggencarkan upaya penemuan.
Kabupaten Purwakarta, kata Dewi, termasuk daerah yang tidak mencapai target pengiriman sampel accute flaccid paralysis (AFP).
"Namun kemudian Purwakarta menggencarkan kegiatan penemuan AFP di lapangan," ucapnya.
Kemudian, lanjut Dewi, pada 14 Maret 2023 Dinkes Purwakarta menemukan laporan hasilnya positif virus polio tipe 2 VDVP.
"Sampel tersebut dari seorang anak perempuan usia 4 tahun 5 bulan warga Kampung Cadas Bodas, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis," ungkapnya.
Sebelumnya, balita malang datang ke Puskesmas Cimaragas dengan keluhan demam, dan pasien memiliki riwayat gangguan tumbuh kembang sejak usia 2 tahun.
"Gejala yang terlihat tidak dapat berjalan dan berbicara," imbuh Dewi.
Baca Juga: Kemnaker, Pearson Vue dan Certiport Kerja Sama Identifikasi Skills Gaps dan Sertifikasi Profesi
Sebagai catatan, pada tahun 2022 ada 19 daerah di Jabar yang telah memenuhi target pengiriman sampel, yaitu Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Bekasi, Bandung Barat, Pangandaran, Majalengka, Sumedang, Ciamis, dan Kabupaten Karawang.
Kemudian Kota Cirebon, Sukabumi, Banjar, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Bandung.
“Dari semua sampel tinja yang dikirim tahun 2022 tidak ada yang positif baik virus polio tipe 1,2, maupun 3,” pungkasnya.(*)