Yana Mulyana Terjerat OTT KPK, DPC Gerindra Kota Bandung Pastikan Tidak Ada Intervensi Hukum, Ini Sebabnya

Suara Garut | Suara.com

Minggu, 16 April 2023 | 17:28 WIB
Yana Mulyana Terjerat OTT KPK, DPC Gerindra Kota Bandung Pastikan Tidak Ada Intervensi Hukum, Ini Sebabnya
Ilustrasi.Yana Mulyana,Terjerat OTT KPK,DPC Gerindra Kota Bandung pastikan tidak ada Intervensi Hukum,Ini Sebabnya.(Tangkapan layar/YouTube.Gerindra Kota Bandung)

SUARA GARUT - Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bandung Kurnia Solihat prihatin atas kasus yang menyeret Kadernya, sekaligus Walikota Bandung Yana Mulyana.

Meski begitu, Sekretaris DPC Gerindra Kurnia mengaku, telah lama tidak menjalin komunikasi dengan Orang yang sempat diusungnya saat gelaran Pilkada 2018 silam.

DPC Gerindra Kota Bandung kata Kurnia, sulit melakukan komunikasi dengan Walikota Bandung yang saat ini telah menjadi tersangka oleh KPK.

"Komunikasi antara DPC Gerindra dengan Walikota Bandung Yana Mulyana kurang baik," kata Kurnia Solihat, Minggu (16/04/2023).

Hubungan tidak baik tersebut, terlebih sejak Yana Mulyana sambung Kurnia ditetapkan menjadi Walikota Depenitif 18 April 2022 silam.

Sejak itu, Imbuh Kurnia pihaknya mengalami kesulitan bertemu dengan Yana.

"Kesulitan berhubungan dengan Yana, sejak kami menjadi pengurus DPC Gerindra Kota Bandung Desember 2022," tandasnya.

Selain itu, Kurnia tidak mengetahui posisi Yana Mulyana dalam kepengurusan partai.

"Yana Mulyana tidak pernah hadir dalam kegiatan partai," kata Kurnia dikutif garut.suara.com dari berbagai sumber.

Kami kurang tahu, kalau sebagai apa, DPP yang menentukan, dengan kami juga sulit berkomunikasi.Imbuh Kurnia.

"Kami mengapresiasi langkah KPK dalam peristiwa OTT KPK terhadap Yana Mulyana," tegasnya.

Kami menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada KPK, pihaknya tidak akan ada intervensi hukum.

"Praduga tak bersalah memang harus dijunjung tinggi, namun kami serahkan, tidak ada intervensi hukum, silahkan KPK yang laksanakan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sebelumnya Yana Mulyana terjerat kasus dugaan suap  dan penerimaan gratifikasi pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet dalam program Bandung Smart City, tahun 2022-2023.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepak Terjang Yana Mulyana, Karir Politik Moncer Kini Jadi Koruptor

Sepak Terjang Yana Mulyana, Karir Politik Moncer Kini Jadi Koruptor

News | Minggu, 16 April 2023 | 15:52 WIB

5 Fakta Korupsi Wali Kota Bandung Yana Mulyana

5 Fakta Korupsi Wali Kota Bandung Yana Mulyana

News | Minggu, 16 April 2023 | 14:48 WIB

5 Fakta Kode 'Everybody Happy' yang Dipakai untuk Suap Wali Kota Bandung

5 Fakta Kode 'Everybody Happy' yang Dipakai untuk Suap Wali Kota Bandung

News | Minggu, 16 April 2023 | 14:17 WIB

Terkini

Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert

Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:36 WIB

Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai

Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:35 WIB

Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL

Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB

Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF

Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB

Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir

Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:33 WIB

Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini

Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:33 WIB

Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak

Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak

Jabar | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:33 WIB

7 Fakta Kecelakaan Tragis di Jepara: Mobil Kijang Tabrak Anak di Halaman Rumah

7 Fakta Kecelakaan Tragis di Jepara: Mobil Kijang Tabrak Anak di Halaman Rumah

Jawa Tengah | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:30 WIB