Bayi Gizi Buruk di Selaawi Garut Alami Alergi Susu Sapi, Begini Kata Dokter yang Sekarang Menanganinya

Suara Garut

Kamis, 27 April 2023 | 16:48 WIB
Bayi Gizi Buruk di Selaawi Garut Alami Alergi Susu Sapi, Begini Kata Dokter yang Sekarang Menanganinya
dr. Mustakim, Sp.A, M.Kes, yang merawat bayi gizi buruk asal kecamatan Selaawi Garut, Jawa Barat.

SUARA GARUT - Ahmad Jalaludin Balita asal Kampung Pasir, Desa Samida Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang  divonis menderita gizi buruk itu merupakan anak Enjang (45) yang berprofesi sebagai pedagang es Cingcau keliling.

Berdasarkan keterangan dokter yang merawatnya yakni dr. Mustakim, Sp.A, M.Kes, ternyata Ahmad yang berusia 3 bulan ini mengalami alergi air susu sapi, sehingga harus diberikan susu khusus yang harganya mahal.

"Anak ini mengalami alergi susu yang tergolong berat. Kami sudah mencoba memberikan susu formula biasa, tapi ternyata tidak bisa diterima tubuhnya hingga dikeluarkan lagi (muntah). Akhirnya kami memberikan susu yang ada asam aminonya saja, untuk protein ya istilahnya harus dipecah pecah, " ungkapnya, Kamis (27/04/2023).

Adapun harga susu yang khusus untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi Katagori berat ini mencapai Rp. 500 ribu untuk ukuran 400 gram dengan pemakaian untuk 5 hari.

"Sebetulnya kalau air susu ibunya banyak itu tidak masalah, tapi sayangnya Asi nya tidak keluar, sehingga terpaksa harus diganti dengan susu sapi khusus," katanya.

Disebutkannya, kondisi Ahmad Jalaludin setelah dirawat 1 minggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut sudah membaik dengan berat badan bertambah dari 2600 gram saat masuk rumah sakit menjadi 3200 gram per hari ini.

dr. Mustakim juga menyebutkan ketergantungan terhadap susu khusus bayi yang mengalami alergi susu sapi ini bisa 1 hingga 3 tahun.

"Nanti kita lihat tergantung kondisinya, bisa 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun," tuturnya.

Sebelumnya bayi Ahmad yang lahir normal dengan berat badan 3100 gram dan panjang badan 52 cm ini bisa muntah sampai 7 kali perhari sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit.

baca juga

Plt Kadis Kesehatan Garut, Didit Fajar Putradi, menyebutkan, untuk biaya perawatan Ahmad Jalaludin ini ditanggung oleh Pemda Garut.

" Seluruh biaya perawatannya  ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Garut," ujarnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Targetkan 10 Ribu Kunjungan, Beri Makan Hewan Buas Jadi Sensasi Baru Berwisata di Taman Satwa Cikembulan Garut

Targetkan 10 Ribu Kunjungan, Beri Makan Hewan Buas Jadi Sensasi Baru Berwisata di Taman Satwa Cikembulan Garut

Garut | Kamis, 27 April 2023 | 16:45 WIB

Dua Remaja Tergulung Ombak Pantai Santolo Garut, Hingga Kini Belum Ditemukan

Dua Remaja Tergulung Ombak Pantai Santolo Garut, Hingga Kini Belum Ditemukan

Garut | Kamis, 27 April 2023 | 16:30 WIB

Bayi Gizi Buruk di Selaawi, Begini Kronologi dari Lahir Hingga Sekarang Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet Garut

Bayi Gizi Buruk di Selaawi, Begini Kronologi dari Lahir Hingga Sekarang Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet Garut

Garut | Kamis, 27 April 2023 | 16:16 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas

Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 19:45 WIB

Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan

Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:38 WIB

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai

Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 19:27 WIB

Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita

Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita

Sumsel | Senin, 22 Juni 2026 | 19:27 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja

Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 19:25 WIB