SUARA GARUT - Wabah Covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meningkat dengan 21 kasus positif per Jumat (28/4/2023) lalu.
Dua orang Lansia yakni warga Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Karangmulya dan yang terbaru Ahad, 30 April kemarin 1 orang warga Kadungora dikabarkan meninggal dunia akibat virus asal Wuhan, China tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi mengimbau masyarakat di Kabupaten Garut untuk tidak panik dan selalu meningkatkan protokol kesehatan (Prokes) guna meminimalisir potensi penyebaran virus tersebut.
"Masyarakat tidak usah panik yang penting bisa meningkatkan protokol kesehatan, mengatur pola hidup sehat dan asupan makanan yang baik serta mengkonsumsi multivitamin," ujar Enjang Tedi saat berkunjung ke RSUD Dr. Slamet Garut, Ahad (01/05/2023).
Legislator Jawa Barat yang juga membidangi sektor kesehatan ini pun mengajak semua lapisan masyarakat agar mengikuti program vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh.
"Kalau dimungkinkan vaksin dan sudah tersedia di Fasilitas Kesehatan, saya sarankan semua warga masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19,"ujar Anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Barat Dapil Kabupaten Garut itu.
Ia minta masyarakat jangan takut untuk memeriksakan kesehatan di Faskes terdekat jika memang ada gejala yang mengarah ke ciri ciri Covid 19.
"Saya juga apresiasi kepada Pemda Garut yang mengambil langkah antisipasi penyebaran dengan menyiapkan ruang isolasi di RSUD," imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan bahwa di daerahnya mengalami lonjakan kasus Covid-19 dengan temuan 21 kasus positif. "Hari Jumat kemarin ada 21 yang terkonfirmasi positif," kata Rudy Gunawan.
Baca Juga: Momen Diego Michiels Bantu Warga Padamkan Kebakaran di Kota Samarinda
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menekankan akan pentingnya vaksin Covid-19 dalam upaya menekan penularan varian anyar XBB. 1.16 atau Arcturus.(*)