garut

LPPM Upi Kompulkan Tokoh Agama, Seni dan Budaya di Kantor Kemenag Garut, Begini isi Pembahasannya

Suara Garut Suara.Com
Selasa, 16 Mei 2023 | 08:30 WIB
LPPM Upi Kompulkan Tokoh Agama, Seni dan Budaya di Kantor Kemenag Garut, Begini isi Pembahasannya
Perwakilan tokoh agama, seni, dan budaya di Kabupaten Garut, mengikuti acara workshop yang bertemakan sinergitas agama, budaya dan seni yang di adakan oleh LPPM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

SUARA GARUT -  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mengadakan acara workshop yang bertema sinergitas agama, budaya dan seni. 

Workshop yang bertempat di aula pertemuan kantor Kemenag Garut ini, di hadiri oleh Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman. Selain Wabup Garut, hadir pula para tokoh agama, budaya dan seni. 

Dalam sambutannya, Helmi Budiman memberikan apresiasi positip kepada panitia penyelenggara serta bagi semua peserta workshop yang sudah hadir.

Konsep awal acara workshop ini berawal dari diskusi kecil dengan para tokoh, tentang bagaimana membangun Garut ke depan. Berangkat dari satu analisis tentang potensi yang ada di Garut, terutama tentang potensi Sumber daya manusia (SDM). 

Ternyata di Garut ini banyak orang hebat dari kalangan agamawan, seniman dan budayawan. Namun kehebatannya belum bisa berkontribusi secara langsung untuk pembangunan Garut ke depan, karena mereka masih sibuk di dunianya masing-masing tidak terintegrasi, sinergis yang bisa mendobrak tantangan ke depan.

Semua itu di katakan ketua panitia workshop, Prof. Dr. H. Syahidin, M.Pd kepada wartawan, Minggu (14/5/2023). Syahidin yang asli kelahiran Selaawi GATRA ini menambahkan, hasil diskusi dalam workshop yang bersumber dari elemen masyarakat antara agamawan, budayawan dan seniman akan melahirkan konsep yang kedepannya akan menjadi sebuah produk.

Setelah mengekplorasi semua buah pikiran dari peserta, ternyata ada sinergitas antara agamawan, budayawan dan seniman. Salah satu contoh, saat ini masih ada pihak yang mengharamkan seni. Oleh karena itu, harus di bereskan atau diluruskan oleh semua pihak. Kalau pertunjukan organ tunggal dengan gerakan eksotis dan pakaian seronok itu memang tidak baik, katanya.

Intinya jika ada problem seperti itu ya harus di selesaikan dengan cara langsung action, bukan hanya di bicarakan yang atau cuma ada dalam pemikiran, tambahnya. Mudah-mudahan dengan adanya acara workshop ini lahir sebuah sinergitas yang lebih baik.

Acara seperti ini ternyata mendapat respon baik, bahkan kegiatan pengabdian Dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Universitas Pendidikan Indonesia, yang bertemakan sinergitas antara agamawan, budayawan dan seniman, banyak yang minta untuk di laksanakan kembali di Kabupaten Garut, pungkasnya.(*)

Baca Juga: Niki Zefanya akan Konser di Jakarta Bulan September, Segini Harga Tiketnya

Editor: Farhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI