SUARA GARUT - Setelah melihat Erling Halland selalu mendapatkan penjagaan ketat dari pemain Real Madrid baik di leg pertama maupun di leg kedua babak semifinal Liga Champions.
Pep Guardiola pada akhirnya memainkan Julian Alvarez malam tadi meskipun hanya bermain beberapa menit di lapangan.
Striker juara dunia tersebut berhasil menunjukkan kualitasnya di atas lapangan sebagai senjata rahasia Pep Guardiola.
Pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu Pep Guardiola melakukan strategi gila dengan memasang 11 pemain selama 90 menit pertandingan atau tidak melakukan pergantian pemain sama sekali hingga peluit akhir dibunyikan.
Hal itu jelas Bukan Tanpa Alasan, tapi memiliki rencana lain demi meredam DNA UCL Real Madrid di leg kedua di Etihad Stadium.
Benar saja, di depan puluhan ribu suporternya sendiri serta trek record tak terkalahkan dalam 23 pertandingan terakhir membuat pasukan Pep Guardiola tampil lebih percaya diri.
Tapi meski begitu, ujung tombak City yakni Halland terus mendapat penjagaan ketat dari lini pertahanan Madrid.
Karena hal tersebut akhirnya Halland ditarik keluar dan digantikan Julian Alvarez.
Dan di situlah awal pembuktian Alvarez sebagai senjata rahasia Pep Guardiola, hanya beberapa menit di lapangan Alvarez langsung tampil mengejutkan dan mencetak gol ke gawang El Real.
Baca Juga: 5 Stigma Negatif dan Realita Minuman Berwarna, Suka Konsumsi?
Hingga mengubah skor menjadi 4-0 sekaligus menutup laga malam tadi dan mengantarkan Manchester City lolos ke partai final Liga Champion.
Sementara itu setelah pertandingan usai sang pelatih Real Madrid Carlo Anceloti menyebut kekalahan 4-0 atas Manchester City adalah kekalahan paling memalukan dan menyakitkan bagi timnya.
Sekaligus memperpanjang rekor buruk Don Carlo saat bertemu City di Etihad Stadium. (*)
Editor: SENO