Kronologis Terbongkarnya Oknum Guru Ngaji Lecehkan Belasan Anak di Garut

Suara Garut

Sabtu, 03 Juni 2023 | 20:41 WIB
Kronologis Terbongkarnya Oknum Guru Ngaji Lecehkan Belasan Anak di Garut
Kepala DP2KBP3A membeberkan kronologis kasus pelecehan belasan anak oleh oknum guru ngaji di Kabupaten Garut.

SUARA GARUT - Belasan anak di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut diduga jadi korban pelecehan oknum guru ngaji bernama Aep Saepudin (50). Kini para korban mendapat pendampingan dari Pemkab Garut.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Garut, Yayan Waryana menyebut dari 17 orang yang diduga dilecehkan, baru 10 anak yang resmi melaporkan kepada pihaknya.

Pelecehan dilakukan di rumah Aep yang juga kerap jadi tempat menginap anak-anak. Pasalnya, Aep merupakan seorang duda tanpa anak.

"Jadi memang ada kesempatan melakukan penyimpangan itu di ruma pelaku. Tapi sampai sekarang laporannya baru memeluk, memegang kemaluan, sampai mencium. Untuk soal pelecehan seksual hasil visumnya ada di Polres," ujar Yayan, Jumat, 2 Juni 2023.

Bagaimana kronologis kasus tersebut bisa sampai terungkap? Apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam penanganan korban?

Berikut kronologis yang diungkap Kepala DP2KBP3A.

1. 19 Mei, pihaknya mendapat laporan dari Polsek Samarang telah terjadi tindakan asusila. Mulai dari memegang kemaluan, mencium, merangkul, dan memeluk.

2. 22 Mei ada laporan ke unit PPA Polres dan UPTD PPA. Pihaknya pun memberi assemen ke korban pelecehan seksual. 

3. 23 Mei lakukan visum ke RSUD dr Slamet dan beri pendampingan BAP lanjutan. Hasil visum berada di pihak kepolisian.

baca juga

4. 24 Mei UPTD PPA dan Polres mengadakan kegiatan dengan hadirkan psikolog di DP2KBP3A untuk melakukan trauma healing. Sebanyak 44 peserta anak dan keluarga korban mengikuti kegiatan tersebut.

5. 30 Mei, pendampingan UPTD PPA dalam penandatanganan BAP dan olah TKP.

6. 31 Mei pelaku sudah diamankan. Dinas melakukan pendampingan dengan membawa 10 korban untuk cek darah dan urine ke RSUD dr Slamet untuk pastikan terbebas dari infeksi HIV dan penyakit lainnya.Hasilnya diserahkan ke Polres dan kewenangannya ada di Polres.

Saat ini Yayan menyebut pendampingan terus dilakukan kepada korban dan keluarga. Pendampingan juga dilakukan ke sekolah anak agar tetap melanjutkan pendidikan dan tak jadi korban perundungan. (*)

Editor: Firman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Duh Progres Penetapan NI PPPK di Daerah Ini Belum Mencapai Target 100 Persen, Guru Honorer di Garut Masih berharap - Harap Cemas

Duh Progres Penetapan NI PPPK di Daerah Ini Belum Mencapai Target 100 Persen, Guru Honorer di Garut Masih berharap - Harap Cemas

Garut | Sabtu, 03 Juni 2023 | 20:20 WIB

Janda Miskin di Garut Hidup Prihatin, Tak Punya BPJS Kesehatan Padahal Ada Benjolan di Mata Anak

Janda Miskin di Garut Hidup Prihatin, Tak Punya BPJS Kesehatan Padahal Ada Benjolan di Mata Anak

Garut | Sabtu, 03 Juni 2023 | 20:17 WIB

Heboh Video Keluarga Korban Pencabulan di Madina Minta Perlindungan Kapolri hingga Presiden, Polisi Bilang Begini

Heboh Video Keluarga Korban Pencabulan di Madina Minta Perlindungan Kapolri hingga Presiden, Polisi Bilang Begini

Sumut | Sabtu, 03 Juni 2023 | 19:20 WIB

Terkini

Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949

Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:39 WIB

THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP

THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP

Jatim | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Beli Sepeda Motor Yamaha Baru, Dapat Cashback dan Cicilan 0 Persen dari BRI!

Beli Sepeda Motor Yamaha Baru, Dapat Cashback dan Cicilan 0 Persen dari BRI!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:23 WIB

10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi

10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Cara Buat QRIS Lewat Aplikasi BRImerchant

Cara Buat QRIS Lewat Aplikasi BRImerchant

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Deretan Fakta Sekolah Islam Harapan Ibu: Warisan Wapres sampai Pinjam Uang Demi Lapangan Padel

Deretan Fakta Sekolah Islam Harapan Ibu: Warisan Wapres sampai Pinjam Uang Demi Lapangan Padel

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bank Jakarta Resmi Ganti Alamat Situs, Dorong Transformasi Digital

Bank Jakarta Resmi Ganti Alamat Situs, Dorong Transformasi Digital

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan

Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:07 WIB

×