SUARA GARUT - Akhir-akhir ini jagat maya dihebohkan dengan adanya orang tua siswa playgroup mengadu ke Menteri Nadim lewat akun Instagram, dengan adanya penomena wisuda anak usia dini.
Orang tua siswa,Mikhala Eka mengadu ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) agar acara wisuda TK dihapus, karena dianggap tidak bermanfaat.
Penomena pemakaian toga dan wisuda anak TK, SD, SMP, hingga SMA kini menuai kritikan warga net.
Mikhayla dan juga para orang tua lainya mengaku keberatan dengan adanya pemakaian toga dan wisuda untuk anak usia dini.
Dia beralasan kegiatan tersebut kurang bermanfaat dan memberatkan secara ekonomi.
Serupa dengan Mikhayla Eka, orang tua yang lain Gatya, ibu dari dua anak itu mengaku kurang setuju dengan adanya acara wisuda dan pemakaian toga pada anak usia dini.
Gatya keberatan lulus playgroup saja anaknya harus di wisuda seperti anak kuliahan.
Gatya mengaku kaget, tiba-tiba ada tagihan akhir tahun yang jumlahnya sangat besar untuk seukuran lulusan palygroup.
Untuk sebuah kelulusan palygroup, Gatya harus merogoh kocek sebesar 850 ribu rupiah.
Uang tersebut kata dia diperuntukan untuk acara persiapan wisuda anaknya, yang mau lulus dari playgroup.
Uang tersebut digunakan untuk, keperluan pentas akhir tahun, dekorasi panggung, suvenir guru, suvenir anak, sewa fotografer, jahit baju kebaya, sewa kostum tampil, hingga sewa toga.
"Saya rasa ini pritilan gitu, tidak perlu dilakukan untuk lulusan palygroup, misalnya haru pakai toga, dan biaya-biaya kecil lainya, misalnya suvenir," kata Gatya.
Sebenarnya kata Gatya, tidak masalah dengan acara pentas akhir tahun, sebab kata dia acara itu akan meningkatkan rasa percaya diri anaknya.
Namun, kalau harus membayar dengan nominal 850 ribu rupiah untuk anaknya yang mau lulus playgroup, Gatya keberatan. (*)