Ini Alasan Menteri Pendidikan Merubah Tahun Ajaran Baru Dalam Kalender Pendidikan

Suara Garut

Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:30 WIB
Ini Alasan Menteri Pendidikan Merubah Tahun Ajaran Baru Dalam Kalender Pendidikan
Ini Alasan Menteri Pendidikan Merubah Tahun Ajaran Baru Dalam Kalender Pendidikan. (Foto: Istimewa)

SUARA GARUT - Akhir tahun pelajaran di setiap satuan pendidikan di Indonesia dilaksanakan secara serempak pada bulan Juni, bukan Desember.

Menteri Pendidikan tentu memiliki alasan tertentu, mengapa akhir tahun pendidikan jatuh pada bulan Juni, dan Tahun ajaran baru tidak dilakukan Januari.

Proses tersebut, tentu melalui perjalanan panjang, dan atas kesepakatan bersama antara kementerian, Dewan pelaksana, hingga pemangku kebijakan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan pada akhir tahun pelajaran hingga awal tahun baru pendidikan, yakni proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Banyak kalangan mempertanyakan mengapa awal tahun pelajaran baru jatuh pada bulan Juli, bukan Januari.

Kisah ini berawal saat sebelum tahun 1979, sebenarnya tahun ajaran baru dilakukan pada bulan Januari setiap tahunya.

Saat sebelum 1979, awal tahun pelajaran di mulai Janauri dan diakhiri bulan Desember, selama satu tahun penuh.

Akan tetapi seiring waktu berjalan, Menteri Pendidikan yang dijabat Daoed Joesoef, merubah tahun ajaran baru menjadi Juli, dan Juni sebagai akhir tahun.

Perubahan tahun ajaran baru itu, dikukuhkan pula dalam UU Nomor 0211/U/1978, menjadi tahun pelajaran 1978-1979.

baca juga

Menteri Pendidikan saat itu, Daoed Joesoef tentu berlasan mengganti tahun pelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Memudahkan Penyusunan Rencana Anggaran Pendidikan

Rencana anggaran pendidikan yang disusun sebelumnya dianggap terlalu dekat dengan agenda tutup buku anggaran tiap akhir tahun.

Oleh sebab itu dipilihlan bulan Juli, untuk memudahkan penyusunan rencana anggaran, agar biaya dapat tetap dilakukan tanpa terkendala lainya.

2. Menyesuaikan Pendidikan di Luar Negeri

Kegiatan akhir tahun pelajaran di luar negeri dilakukan pada musim panas, dan itu biasanya terjadi pada pertengan tahun.

Hal tersebut dilakukan agar syinkron dengan jadwal kalender pendidikan dengan yang ada di luar negeri.

Jadi lulusan sekolah di Indonesia saat itu tidak mengalami kendala saat akan melanjutkan pendidikan di luar negeri. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekolah Masuk Tahun Ajaran Baru, Ketua DPR Ingatkan Jangan Sampai Praktik Pungli Merajalela

Sekolah Masuk Tahun Ajaran Baru, Ketua DPR Ingatkan Jangan Sampai Praktik Pungli Merajalela

DPR | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:14 WIB

BREAKING NEWS! Kemendikbud Ristek Bekukan MWA, Pemilihan Rektor UNS Dibatalkan

BREAKING NEWS! Kemendikbud Ristek Bekukan MWA, Pemilihan Rektor UNS Dibatalkan

Surakarta | Senin, 03 April 2023 | 11:28 WIB

Melihat Tradisi Cuci Negeri Soya di Ambon

Melihat Tradisi Cuci Negeri Soya di Ambon

Foto | Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×