Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Rokok Ilegal Bakal Merajalela Jika Aturan Ini Diberlakukan

Achmad Fauzi

Senin, 16 Februari 2026 | 09:25 WIB
Rokok Ilegal Bakal Merajalela Jika Aturan Ini Diberlakukan
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bandar Lampung menggagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 1.100.600 batang. [ANTARA]
baca 10 detik
  • AMTI memperingatkan pengetatan batas tar dan nikotin produk tembakau berpotensi memperluas peredaran rokok ilegal di pasar domestik.
  • Usulan batas nikotin 1mg dan tar 10mg dinilai tidak relevan karena tembakau lokal Indonesia memiliki kadar nikotin tinggi.
  • Industri kretek terancam kesulitan memenuhi regulasi rendah, membuka celah bagi produk ilegal dan mengurangi penerimaan negara.

Suara.com - Rencana pengetatan batas kadar tar dan nikotin pada produk tembakau dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru. Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) memperingatkan, kebijakan tersebut justru bisa memperlebar ruang peredaran rokok ilegal di pasar domestik.

Ketua Umum AMTI, Edi Sutopo, mengungkapkan aturan tersebut mengusulkan batasan kadar yang sangat rendah, yakni nikotin sebesar 1 miligram dan tar 10 miligram per batang. Angka tersebut merujuk pada praktik di sejumlah negara Uni Eropa dan dinilai tidak relevan dengan karakteristik tembakau asli Indonesia.

Pasalnya, tembakau lokal Indonesia memiliki kecenderungan kadar nikotin tinggi, sekitar 2 hingga 8 persen. Sementara tembakau impor hanya berkisar 1 hingga 1,5 persen. Dengan kondisi tersebut, industri rokok nasional dinilai akan kesulitan memenuhi batasan yang diusulkan.

"Menurunkan kadar nikotin dari 2–8 persen menjadi 1 persen tentu tidak mudah," kata Edi sepert dikutip, Senin (16/2/2026).

Penampakan Rokok Ilegal Akan Dimusnahkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat [Andi/Suara]
Penampakan Rokok Ilegal Akan Dimusnahkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat [Andi/Suara]

Menurutnya, kondisi ini akan semakin berat bagi industri rokok kretek yang selama ini menguasai 97 persen pangsa pasar nasional. Kretek juga mengandung cengkeh yang berkontribusi terhadap kandungan tar lebih tinggi, sehingga penyesuaian terhadap batas baru dinilai tidak sederhana.

Jika kebijakan tetap diarahkan pada produk dengan kadar tar dan nikotin yang sangat rendah, Edi menilai produk yang saat ini beredar di pasaran berpotensi tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut. Situasi ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pelaku usaha ilegal.

"Sebagian besar rokok yang dikonsumsi masyarakat adalah rokok kretek, sehingga tekanan berlebihan pada segmen ini berisiko mengganggu stabilitas industri dan pasar," ujarnya.

Ia menambahkan, ketika industri legal kesulitan memenuhi regulasi, celah pasar bisa terbuka bagi rokok ilegal yang tidak mematuhi ketentuan. Kondisi ini dinilai kontraproduktif karena negara berpotensi kehilangan penerimaan cukai dan pajak.

"Negara akhirnya tidak mendapatkan apa-apa, padahal selama ini industri hasil tembakau memberikan kontribusi sangat besar terhadap penerimaan cukai dan pajak," imbuhnya.

baca juga

Selain itu, Edi juga menyoroti potensi over-regulation karena Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebelumnya telah menetapkan batasan teknis tar dan nikotin melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disusun oleh komite teknis lintas sektor.

"Menurut kami, sebaiknya pengaturan batas tar dan nikotin cukup mengacu pada SNI yang sudah ada, agar tidak terjadi dualisme regulasi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau

Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 20:50 WIB

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB

Industri Kecam Penyalahgunaan Narkoba di Vape

Industri Kecam Penyalahgunaan Narkoba di Vape

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:09 WIB

Terkini

Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas

Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:56 WIB

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:50 WIB

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin

Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh

Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital

Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat

Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat

Health | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×