Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 16 Februari 2026 | 09:45 WIB
OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya
Ilustrasi-Nasabah OCBC NISP melakukan transaksi (Suara.com/Hadi)
baca 10 detik
  • Unit Usaha Syariah OCBC NISP belum memprioritaskan pemisahan (spin-off) menjadi entitas mandiri dalam waktu dekat.
  • Fokus utama saat ini adalah memperkuat fondasi bisnis, terutama kualitas basis nasabah yang selaras prinsip syariah.
  • Persiapan teknis infrastruktur teknologi informasi mandiri juga menjadi pertimbangan penting sebelum spin-off dilaksanakan.

Suara.com - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) menegaskan bahwa langkah pemisahan unit atau spin-off menjadi entitas mandiri belum masuk dalam daftar prioritas utama perusahaan dalam waktu dekat.

Alih-alih terburu-buru melakukan pemisahan, perseroan memilih untuk mengalokasikan sumber daya guna memperkokoh fondasi bisnis syariah mereka agar lebih kompetitif di masa depan.

Kepala Unit Usaha Syariah OCBC, Mahendra Koesumawardhana, menjelaskan bahwa realisasi spin-off merupakan langkah besar yang tidak hanya diukur dari besarnya nilai aset semata.

Menurutnya, terdapat variabel penting lainnya yang harus dipenuhi, yakni kesiapan model bisnis serta kualitas basis nasabah yang dimiliki saat ini.

Salah satu fokus utama OCBC Syariah saat ini adalah memastikan loyalitas dan karakteristik nasabah mereka.

Mahendra mengungkapkan bahwa perusahaan tengah melakukan pembenahan internal agar basis nasabah yang ada saat ini benar-benar selaras dengan prinsip syariah yang murni.

"Kami sedang memperbaiki customer base, karena jangan sampai nanti ternyata customer base kami itu tidak benar-benar pure syariah. Sehingga pada saat nanti kami berpisah dari bank induk dan kami punya institusi sendiri, ternyata mereka tidak ikut dengan kami. Kualitas customer base itu yang sedang diperbaiki saat ini," jelas Mahendra dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko kehilangan nasabah saat unit syariah resmi berdiri sendiri. Perseroan ingin memastikan bahwa ketika transisi terjadi, nasabah tetap setia dan mendukung keberlanjutan bisnis bank syariah yang baru.

Selain faktor nasabah, aspek teknis seperti infrastruktur teknologi informasi (IT) menjadi pertimbangan serius bagi manajemen.

baca juga

Selama ini, UUS masih banyak bergantung pada sistem IT milik bank induk konvensional. Pemisahan unit usaha menuntut kesiapan investasi teknologi yang mandiri dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Mahendra menyoroti bahwa penggunaan infrastruktur bersama pasca-spin-off harus disesuaikan dengan aturan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI).

“Kemudian investasi dari IT dan infrastruktur itu juga harus kita pikirkan. Apakah nanti kita masih diperkenankan mempergunakan infrastruktur dari bank konvensional. Kenapa? Karena memang aturan OJK dan BI ini harus kita sesuaikan,” tambahnya.

Meskipun terdapat regulasi yang mengatur ambang batas aset untuk kewajiban spin-off sebesar Rp50 triliun, OCBC Syariah tetap menjaga fleksibilitas strategi mereka.

Mahendra menyatakan bahwa keputusan pemisahan bisa saja dilakukan sebelum atau sesudah menyentuh angka tersebut, tergantung pada kesiapan ekosistem bisnis mereka.

"Oleh karena itu, kami tetap tunggu, apakah nanti setelah aset capai Rp 50 triliun itu langsung kami spin-off? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Kalau di perjalanan ternyata strategi manajemen merasa sudah siap untuk spin-off tanpa harus menunggu 50 triliun, kami akan ambil langkah itu. Tapi saat ini kami merasa masih punya cukup banyak waktu untuk memperbaiki bisnis bank syariah di Indonesia," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras

Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 18:38 WIB

BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya

BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:55 WIB

Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen

Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:40 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS

Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:00 WIB

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:15 WIB

BCA Syariah Catat Pembiayaan Emas Meroket 200% Capai Rp 520 M di 2025

BCA Syariah Catat Pembiayaan Emas Meroket 200% Capai Rp 520 M di 2025

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:54 WIB

Terkini

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

×