SUARA GARUT - Baru-baru ini heboh polemik masalah sapi qurban milik Dewi Perssik dimana videonya viral di medsos.
Kisruh yang terjadi antara Dewi Perssik dan ketua RT setempat dekat dengan rumahnya.
Siapa sangka masalah ini menjalar kemana-mana dan hingga dibuat mediasi meski masih belum menemukan hasil.
Dari penuturan Dewi Perssik, sapi qurban miliknya mendapat penolakan dari Ketua RT 4 RW 6 Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kejadian tersebut bahkan sempat dibagikan Dewi Perssik melalui akun media sosial miliknya, apalagi kabarnya Ketua RT sampai minta mahar Rp 100 juta.
Namun hal tersebut akhrinya yang menjadi masalah dimana Ketua RT merasa tidak bermaksud demikian.
Lantas seperti apa polemik masalah sapi qurban Dewi Perssik dan Ketua RT tersebut? Begini kronologinya.
1. Masalah Awal Perselisihan
Pada awalnya Dewi Perssik menitipkan sapi qurban miliknya ke salah satu masjid dekat tempat tinggalnya dan tidak ada masalah yang terjadi.
Baca Juga: Mediasi Dewi Persik dengan Ketua RT Berujung Cekcok, Hingga Dilantunkan Shalawat Nabi
Sapi Qurban seberat lebih dari 1 ton itu dititipkan Depe kepada ustadz di salah satu masjid karena tak mampu mengurus di rumah karena hanya ada ART saja.
Namun malam hari sebelum Hari Raya Idul Adha Dewi Perssik berniat mengambil sapinya dan menyebut akan disembelih di tempat lain.
Sementara itu Depe sebenarnya tetap akan membagikan daging dari sapi qurbannya itu kepada warga sekitar masjid dan temapt tinggalnya.
Bahkan penyanyi dangdut itu sudah meminta data warga yang akan menjadi penerima daging.
2. Pak RT Minta Mahar
Masalah menjadi membesar usai Dewi Perssik kabarnya mendengar Ketua RT setempat meminta administrasi kepada Depe sebanyak Rp 100 juta.
Dewi Perssik yang kaget mendengar hal tersebut dari sopir yang akan mengakngkut sapinya lantas membagikan ceritanya di medsos.
Namun hal ini sudah diklarifikasi oleh Ketua RT bahwa sebenarnya tidak ada biaya Rp 100 juta tersebut dan dia hanya menyebutkan nominal tersebut karena tidak mau diminta tolong mengangkut sapi untuk dipindahkan.
3. Daging Sapi Qurban Ditolak
Dari penjelasan Ketua RT, dirinya memang mengakui telah mengatakan tidak membutuhkan daging sapi milik Depe karena di masjid tersebut sudah banyak daging.
Hal tersebut akhrinya yang membuat Dewi Perssik meradang dan menganggap sapinya ditolak untuk dibagikan.
4. Mediasi
Kirsuh masalah sapi qurban ini akhirnya menjadi besar dimana Depe yang kesal terus membagikannya di medsos.
Sementara itu pihak Ketua RT yang juga tidak terima akhirnya membuat keluhan hingga terjadi mediasi antara keduanya.
Setelah duduk bersama, kedua pihak masih belum menemui titik terang dan dari video yang beredar di medsos kedua pihak tampak sama-sama tersulut emosi.
Bahkan dari video tampak Dewi Perssik sampai ngamuk-ngamuk karena merasa dirinya tidak diterima oleh warga dan Ketua RT padahal punya niat baik untuk membagikan daging qurban.
Sementara Ketua RT juga tidak terima dirinya disebut meminta biaya administrasi padahal maksudnya tidak begitu.
5. Kronologi Pihak Ketua RT
Ketua RT sempat menjelaskan akar masalah yang terjadi adalah ketika sapi qurban Dewi Perssiik dititipkan di masjid setempat dan warga sudah menganggap sapi tersebut aakn disembelih di sana.
Namun tiba-tiba pada malam hari, sapi Dewi Perssik diangkut dan akan disembelih di tempat lain.
Ketua RT lantas terpancing emosi karena bertanya-tanya kenapa sapinya diambil lagi. Di sini akhirnya dia menyebut untuk sapinya diambil saja dan menyebut wargannya sudah banyak daging.
Sapi qurban milik Dewi Perssik akhirnya dibawa ke rumah pemotongan hewan untuk dipotong-potong sebelum dibagikan.
Namun adanya masalah miskomunikasi antara keduanya membuat kisruh sapi qurban ini menjadi heboh di medsos.
Bagaimana menurutmu? ***