SUARA GARUT - Belakangan ini nama pedangdut Dewi Perssik mencuat. Seperti diketahui pemicunya soal kisruh sapi kurban yang ditolak ketua RT bernama Suhartono di sekitar kediaman Dewi Perssik.
Kasus penolakan sapi kurban mantan istri Aldi Taher ini diungkapkannya sendiri media sosial.
Bahkan, menurut Dewi Perssik, ketua RT itu sempat melontarkan kata-kata kurang menyenangkan.
Malahan, konflik sapi kurban milik Dewi Perssik ini merembet hingga menyeret nama Capres Ganjar Pranowo. Kok bisa?
Begini kronologisnya:
Sebelumnya, viral sebuat cuitan di media sosial Twitter yang diunggah akun @yurissa_samosir :
Dikabarkan alasan ketua RT menolak hewan kurban Dewi Perssik itu karena mendukung Ganjar Pranowo.
“Sahabat Ganjar, kenapa gak langsung dikirim ke temen mbak Depe yang sahabat Ganjar itu, emang Pak RT tempat penitipan, haddooh terjawab kan netizen permasalahannya. Saya mendukung Pak RT,” tulis akun @yurissa_samosir.
Cuitan tersebut menampilkan cuplikan video dari Instagram @dewiperssik9, Dewi Perssik menceritakan kronologinya.
Baca Juga: Deretan Fakta Miris Oknum Prajurit TNI Bunuh Ayah Sendiri, Depresi Tak Diberi Uang
Ia mengaku menitipkan sapi kepada ketua RT lalu mengambilnya kembali untuk disembelih di tempat temannya yang merupakan sahabat Ganjar.
“Jadi sapinya itu kan aku titip sapi karena aku kan warga di sini tidak memberikan alamat aku, aku titiplah di masjid tempat aku.
Trus tiba-tiba kita ambil sapinya karena memang disembelih di tempatnya teman aku gitu, di situ di sahabat Ganjar,” ungkap Dewi Perssik.
Menunurut biduanita bertubuh sintal asal Jember ini, ketika dirinya meminta list warga kepada seorang ustaz justru dimarahi.
“Jadi memang untuk dibagi-bagikan kepada warga setempat di sini, di Lebak Bulus. Aku minta listnya sama Pak Ustaz, kemudian Pak RT aku pada dimarahin. Security aku pada dimarahin katanya ‘kita tidak butuh daging’, kok gitu ya,” ungkapnya.
Dewi juga mengatakan bahwa hewan kurbannya diminta untuk disembelih di tempat teman-temannya yang merupakan sahabat Ganjar (Pranowo)
“Karena kan ketika disembelih itu ada bayarannya Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Nah teman-teman aku ini bilang ‘daripada menyusahkan warga Lebak Bulus mending bawa ke tempat kita. Nanti kita list orang yang gak mampu berapa orang nanti kita bagi ke mereka’,” jelas Dewi.
“Warga sini tidak kekurangan daging sapi’ ngomong kayak gitu Pak RTnya guys. ‘Ambil aja daging sapinya, kita tidak butuh’ gitu guys,” tambah Dewi.
Dijelaskannya, alasan yang membuatnya murka kepad Pak RT, salah satunya adalah sembako.
"Jadi sapinya itu kan aku titip sapi karena aku kan warga di sini tidak memberikan alamat aku, aku titiplah di masjid tempat aku. Trus tiba-tiba kita ambil sapinya karena memang disembelih di tempatnya teman aku gitu, di situ di sahabat Ganjar,” bebernya.(*)
Editor: Farhan