Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:08 WIB
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
Ilustrasi Balaikota Pemkot Surabaya. (Dok: Pemkot Surabaya)

Suara.com - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengikis praktik rasuah hingga ke level akar rumput membuahkan apresiasi dari pemerintah pusat. Yang terbaru, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menyematkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada empat Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

Empat perangkat daerah yang menerima predikat WBK yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Kecamatan Bubutan, Puskesmas Ketabang, dan Puskesmas Sawah Pulo. Penganugerahan predikat WBK berlangsung dalam ajang Penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Zona Integritas (ZI) Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan capaian tersebut merupakan manifestasi dari visi besar pemerintah kota dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. "Visi ZI mewujudkan instansi pemerintah yang bersih, bebas korupsi serta akuntabel, sekaligus memberikan pelayanan publik yang prima," ujar Wali Kota Eri, Sabtu (20/2/2026).

Wali Kota Eri menegaskan pembangunan Zona Integritas tidak dimaknai sekadar formalitas administratif, melainkan sebagai komitmen bersama dalam menjalankan reformasi birokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ilustrasi pelayanan Pemkot Surabaya. (Dok: Pemkot Surabaya)
Ilustrasi pelayanan Pemkot Surabaya. (Dok: Pemkot Surabaya)

"Tujuan utama dari pembangunan ZI adalah meningkatkan integritas dan akuntabilitas birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas birokrasi," katanya.

Meski demikian, perjalanan menuju birokrasi bersih tidak lepas dari berbagai tantangan. Inspektur Kota Surabaya, Ikhsan, mengungkap hambatan terbesar terletak pada transformasi mentalitas aparatur. Terutama dalam menggeser pola pikir konvensional menuju orientasi pelayanan yang profesional dan berintegritas.

"Mengubah pola pikir konvensional menjadi pola pikir melayani, profesional dan berintegritas, membutuhkan usaha yang keras dan konsisten," kata Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan menyebut masih ditemui kendala berupa minimnya pemetaan risiko serta budaya kerja yang terkadang berfokus pada pemenuhan dokumen administratif semata. "Untuk memitigasi hal tersebut, Inspektorat Surabaya secara rutin melakukan pemantauan, evaluasi, hingga pengelolaan manajemen risiko dan reviu kinerja," tegasnya.

Ilustrasi Balaikota Pemkot Surabaya. (Dok: Pemkot Surabaya)
Ilustrasi Balaikota Pemkot Surabaya. (Dok: Pemkot Surabaya)

Sebagai langkah konkret dalam menutup celah pungutan liar (pungli), Pemkot Surabaya mengandalkan digitalisasi layanan publik melalui sejumlah inovasi. Di antaranya melalui aplikasi Lontong Balap yang merupakan kolaborasi Dispendukcapil dengan Pengadilan Negeri (PN), serta Lontong Kupang hasil kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag).

baca juga

Di tingkat kewilayahan, inovasi juga hadir melalui program Bubutan Reaksi Cepat (BRC) dan Bubutan Smart Center (BSC). Inovasi ini semakin memperkuat integrasi layanan berbasis teknologi.

Menurut Ikhsan, penerapan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap wajah pelayanan publik di Kota Pahlawan. Perubahan ini mulai dari percepatan proses layanan hingga peningkatan transparansi dan kualitas sarana prasarana.

"Dampak nyata yang dirasakan masyarakat antara lain pelayanan publik lebih cepat dan transparan, hilangnya praktik pungutan liar dan suap, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pelayanan berbasis teknologi (digitalisasi), serta sikap aparatur yang lebih humanis," papar Ikhsan.

Bahkan, sebagai bentuk penguatan pakta integritas, Ikhsan menuturkan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) di sektor pelayanan diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun. Menurutnya, pakta integritas ini sebagai langkah preventif terhadap praktik pungli dan suap di lingkungan kerja.

"Aparatur di bidang pelayanan berkomitmen untuk tidak menerima pungutan liar dan suap, yaitu semua pegawai membuat Surat Pernyataan," jelas Ikhsan.

Ke depan, Ikhsan berharap, predikat WBK yang diraih empat perangkat daerah tersebut dapat menjadi standar umum bagi seluruh instansi di lingkup Pemkot Surabaya. "Pemkot Surabaya berharap bahwa program ZI dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari program ini," harapnya.

Namun, Ikhsan juga mengakui keberlanjutan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karenanya, ia mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memberikan pengawasan dan masukan konstruktif terhadap kualitas layanan publik. "Masyarakat dapat memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," tegasnya.

Pada sisi lain, Ikhsan turut mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang atau praktik korupsi. Langkah ini sebagai bagian dari kontrol sosial demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

"Dengan peran serta masyarakat, Pemkot Surabaya berharap bahwa program ZI dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," pungkasnya. (ADV)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP "AA", Konsisten di Puncak Akuntabilitas Nasional

Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP "AA", Konsisten di Puncak Akuntabilitas Nasional

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:26 WIB

ART Diduga Disiksa ASN BPK di Gunung Putri, Kapolres: Hari Ini Gelar Perkara Penetapan Tersangka

ART Diduga Disiksa ASN BPK di Gunung Putri, Kapolres: Hari Ini Gelar Perkara Penetapan Tersangka

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:23 WIB

BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi

BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:17 WIB

Gus Yaqut di BPK: Bantah Adanya Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Gus Yaqut di BPK: Bantah Adanya Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Video | Kamis, 12 Februari 2026 | 17:38 WIB

Datangi BPK soal Kasus Kuota Haji, Pihak Gus Yaqut Tegaskan Tak Ada Aliran Dana

Datangi BPK soal Kasus Kuota Haji, Pihak Gus Yaqut Tegaskan Tak Ada Aliran Dana

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 08:14 WIB

KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×