SUARA GARUT - Rapat Koordiansi Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pemerintah pusat ternyata masih menyisakan duka mendalam bagi guru Passing Grade (PG) Prioritas satu (P1).
Pasalnya target pencapaian formasi guru yang disediakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tidak terpenuhi.
Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianigsih menyebutkan, formasi yang disodorkan Pemda hanya 278,102 orang.
Sedangkan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Prof Nunuk Suryani mengatakan kebutuhan guru mencapai angka 601,174 orang.
Heti Kustrianingsih menyebutkan jumlah guru PG masih tersisa sebanyak 63,465 orang yang belum diangkat ASN PPPK formasi 2022.
Jumlah usulan Pemda secara total memang melewati jumhlah guru PG tersisa, sayangya masih ada pemda yang minim mengusulkan formasinya.
Saat ini menurut Heti Kustrianingsih, FGHNLPSI terus berjuang maksimal agar formasi bisa bertambah menjelang seleksi PPPK 2023.
Ketum FGHNLPSI itu menyatakan jumlah guru PG p1 tinggal sedikit, namun tidak ada jaminan pemerintah pusat guru PG p1 akan tuntas semua tahun ini.
"Jumlah guru lulus PG yang juga prioritas satu (P1) tinggal sedikit lho, tetapi tidak ada jaminan dari pemerintah akan tuntas tahun ini," kata Heti Kustrianingsih dikutip Selasa, (4/07/2023). (*)
Baca Juga: Gisel Tagih Adegan Ciuman dengan Nicholas Saputra