Oleh karena itu, perlu dikembangkan konsep pengelolaan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan, yang dapat mencegah deforestasi serta menjaga kelestarian alam, berkeadilan namun tetap produktif.
"Jawabannya adalah dengan menerapkan hutanomic secara konsisten," ungkap Budiman.
Hutanomic, imbuhnya, yaitu pengelolaan atau manajemen hutan yang berbasiskan ekonomi hijau, sebagai upaya pemanfaatan fungsi hutan dengan membuat kegiatan yang dapat memengaruhi proses yang sedang berlangsung dengan cara menciptakan teknik baru agar hutan dapat memberikan kontribusi yang maksimal sekaligus memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa deforestasi.
"Definisi ini mencakupi tiga kata kunci, yaitu : fungsi hutan, memengaruhi/menciptakan proses dan kesejahteraan sosial," ujarnya.
Dengan demikian, imbuhnya, hutanomic dapat dijadikan alternatif solusi praktis untuk mengarahkan sekaligus menjadi landasan kebijakan konservasi yang memungkinkan dapat mengurangi deforestasi seraya mempromosikan konservasi dan terus berupaya meningkatkan produktivitas, melalui evaluasi secara finansial atas manfaat keanekaan hayati, dan biaya kehilangan spesies serta degradasi ekosistem.
"Hutanomic bertujuan untuk mengembangkan ide-ide konstruktif dan pengetahuan yang relevan, serta membangun net working dengan pemerintah, sektor swasta, akademisi dan masyarakat untuk konservasi dan kelestarian lingkungan," tandasnya.(*)