SUARA GARUT - Penolakan terhadap rencana pemerintah dengan kebijakan pengangkatan 2,3 Juta non ASN, telah merambah ke seluruh lapisan forum-forum honorer.
Salah satunya adalah honorer Kategori dua (K2) Tenaga Teknis Administrasi (TTA), dibawah komando Riyanto Agung Subekti (Itong).
Menurut Itong, kebijakan pemerintah selalu berubah-ubah, sehingga berdampak pada perjuangan honorer K2.
Diakui Itong, tidak sedikit honorer K2 Teknis Administrasi (TA) menjadi enggan berjuang meraih status ASN.
Kebijakan Pemerintah tidak berpihak terhadap HK2 TA," kata Itong, Selasa, (18/07/2023).
Pentolan K2 itu menyayangkan, pemerintah menganakemaskan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian.
Seolah-olah kata Itong honorer TA, kurang diperhatikan alias dianaktirikan.
Meski begitu, pentolan K2 itu optimis sebelum November 2023, solusinya sudah disiapkan Kementeerian PAN RB.
Dirinya mengajak HK2 untuk bangkit, dan mengawal data best, yang sudah diwacanakan dalam RUU ASN.
Baca Juga: Bayi Berkaki 6 di Lombok Kesulitan BAB Karena Tak Mempunyai Anus
Pihaknya merasa nasib TA, sudah berada diujung tanduk, makanya dirinya menyerukan turun kejalan jika pemerintah tidak berpihak pada honorer K2 tenaga teknis Administrasi.
"Nasib honorer K2 tenaga teknis Administrasi sudah diujung tanduk, kapan lagi kita protes dan mengadukan nasib, jika tidak sekarang," (*)