Suara.com - Ferry Irwandi membagikan konten bertajuk "Devil's Advocate : Bigmo" yang tayang di kanal YouTube miliknya pada 13 Februari 2026.
Ferry Irwandi mengulik berbagai hal tentang Muhammad Jannah alias Bigmo, mulai dari pendidikan, keluarga, dan bisnisnya.
Bigmo juga menceritakan tentang kontennya dengan Bintang Emon yang kontroversial hingga keinginan terjun ke dunia politik pada 2029 mendatang.
Keputusan Ferry Irwandi mengundang Bigmo sebagai bintang tamu rupanya menuai kritik pedas.
Kritik tersebut berkaitan dengan ayah Bigmo yang merupakan seorang koruptor.
Dalam kontennya pun, Ferry Irwandi mengaku tak keberatan berbincang dengan anak koruptor seperti Bigmo.
"Ya kan yang koruptor, yang korupsi, bapak lo," ujar Ferry Irwandi dalam potongan video yang lantas jadi viral.
Namun Ferry Irwandi juga memahami apabila pandangannya ini belum tentu disepakati semua orang.
Baca Juga: Remaja Indonesia Malas Bergerak! Malaka Project Buka Mata soal Dampaknya
"Ya tapi kan moral orang bisa beda-beda nih. Jadi kalau ada orang yang melihat itu sebagai sesuatu yang minus ya lo terima aja sih," tandasnya.
Sosok Ferry Irwandi yang dikenal vokal mengkritik pemerintah, dengan 'Malaka Project' yang digagasnya, membuat warganet kecewa.
Kesempatan yang diberikan Ferry Irwandi untuk anak koruptor dianggap mewajarkan perilaku korupsi.
"Lha, trus sanksi sosialnya apa buat keluarga koruptor kalo gitu? Idih, jadi ikut kesel jadinya. Even di China atau Korut keluarga koruptor kena sanksi," komentar akun @dawgfromdah***.
"Lu tau gak pasti banyak rakyat yang terdampak karena korupsi itu, banyak anak yang masa depannya juga terdampak," sahut akun @pasteldancir***.
"Gue kira bapak si Bigmo ini korupsi dan dipenjaranya waktu si Bigmo belom lahir, ternyata di penjara tahun 2018, berarti si Bigmo mendapat didikan dan besar dari uang korupsi.. dan kalian mewajarkan kelakuan ini? Gws deh," kata akun @buricakshin***.
Sebagai informasi, ayah Bigmo adalah Muhammad Nashihan yang tercatat sebagai terpidana korupsi berdasarkan laman Diskominfo Batam.
Kendati tidak diketahui pasti kasus yang menyeret ayah Bigmo, hasil lelang barang rampasan yang diserahkan ke Pemkot Batam dan Kejaksaan RI mencapai Rp4,8 miliar.
Di sisi lain, Bigmo melalui akun X @mownohoes membela Ferry Irwandi yang tengah dihujat warganet.
Bigmo menilai warganet pilih kasih lantaran tidak menghujat Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika yang juga pernah berkolaborasi dengannya.
"Gue juga pernah ngonten bareng bang Pandji sama bang Radit juga loh. Kok yang diusut cuman bang Ferry. Jangan pilih kasih dong," sindir Bigmo.
"Kan yang dibenci anak koruptornya, bukan Ferry Irwandi-nya.. Ya, kan?" pungkasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi