Sejalan dengan itu, Karwasih mengingatkan bahwa pencegahan merupakan hal utama. Segala sesuatu yang direncanakan akan memiliki keluaran maksimal. Termasuk anak yang direncanakan dan tidak direncanakan. Jika tidak direncanakan, pengasuhan maupun pemenuhan gizi menjadi seadanya.
“Saya berharap Bapak-bapak bisa berperan aktif untuk mencegah stunting. Salah satunya dengan memberikan dukungan kepada Ibu. Termasuk dukungan dalam kontrasepsi, ber-KB. Idealnya memiliki jeda, jumlahnya ideal. Harapan pemerintah itu dua anak. Dua anak lebih sehat. Suami harus mendukung, termasuk untuk menjadi peserta KB,” Karwasih menambahkan.
Lebih jauh Karwasih menjelaskan, prevalensi stunting Purwakarta berhasil turun dari 26 persen pada 2021 menjadi 20,6 persen pada 2022. Dia berharap Purwakarta bisa menekan prevalensi stunting menjadi lebih kecil lagi. Bahkan bisa kurang dari 14 persen pada 2024 mendatang.(*)