SUARA GARUT— Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Tol Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap (GeTaCi) bakal melintasi Kabupaten Garut dengan dua gerbang tol di Kota Dodol ini.
Kedua gerbang tol tersebut berada di Kecamatan Banyuresmi atau Gerbang Tol Garut Utara dan di Kecamatan Cilawu atau Gerbang Tol Garut Selatan.
Lantas seperti apa profil Tol GeTaCi ini. Berikut profil tol yang akan menghubungkan jalur lintas selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah sekaligus bakal menjadi tol terpanjang di tanah air.
Proyek Tol Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap atau GeTaCi yang saat ini sudah dalam proses pembangunan diharapkan dapat menciptakan potensi peningkatan aktivitas perekonomian di jalur selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Tol yang bakal menjadi tol terpanjang di Indonesia ini juga dibangun agar memudahkan mobilitas atau pergerakan dan penyaluran barang, orang, serta jasa kawasan-kawasan yang dilintasi tol GeTaCi ini.
Pembangunan Tol GeTaCi ini melibatkan konsorsium BUMN- pihak swasta yang meliputi PT. Jasamarga Tbk., Kemitraan Daya Mulia Turangga, Gama Group, PT. Jasa Sarana, PT. Waskita Karya Tbk., PT. Pembangunan Perumahan (PP) Tbk., dan PT. Wijaya karya Tbk.
Konsorsium tadi juga sebagai pemrakarsa yang turut andil dalam pelelangan pembangunan Tol GeTaCi. Adapun konsorsium tersebut ditetapkan sebagai pemenang pelelangan pengusahaan tol yang menghubungkan lintas selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini pada 10 Desember 2021 (tahun ini akan dilakukan pelelangan ulang pemenang tender).
Kemudian konsorsium tadi membentuk badan usaha jalan tol atau BUJT PT. Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC). Adapun persentase kepemilikan saham terbesar PT. JGC dimiliki oleh PT. Jasamarga Tbk., yaitu sebesar 32,5 persen.
Sedangkan Kemitraan Daya Mulia Turangga, Gama Group, dan PT. Jasa Sarana sebesar 27,5 persen. Sementara itu PT. Waskita Karya Tbk., sebesar 20 persen, PT. PP 10 persen, dan PT. Wijaya Karya 10 persen.
Baca Juga: Bikin Merinding! Ini 3 Tempat Angker dan Seram di Garut yang Fenomenal
Ruas tol ini akan dimulai dari Gedebage (Kota Bandung), Majalaya (Kabupaten Bandung), Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan berakhir di Kabupaten Cilacap.
Jalan Tol GeTaCi ini juga bagian dari jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang sesuai atau cocok dengan sistem jalan di lintas selatan yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN).
Tol ini akan memiliki panjang 206,65 kilometer yang menelan nilai investasi mencapai Rp56 triliun dengan masa konsesi (pemberian izin kelola konsorsium) selama 40 tahun.
Sepanjang 169,09 kilometer jalan tol akan melintas di Jawa Barat dan di Jawa Tengah mencapai 37,56 kilometer. Tol GeTaCi akan memiliki 10 simpang susun (interchange) dan 1 junction (simpang).
Satu-satunya junction atau persimpangan tersebut akan berada di Junction Gedebage Kota Bandung yang terkoneksi Tol Padaleunyi dan bakal terhubung juga dengan rencana Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).
Setiap jalurnya, Tol GeTaCi akan memiliki 2 lajur (2x2) dengan lebar masing-masing lajur mencapai 3,6 meter. Struktur tol pile slab atau dibangun di atas permukaan berair sepanjang 9,12 kilometer juga akan dibangun di kawasan Gedebage.