SUARA GARUT— Masyarakat Garut sepertinya sudah tak asing lagi ketika mendengar Annarto Mall. Ya, mal yang beroperasi perdana pada 2017 ini kini nyaris tak ada aktivitas lagi di dalamnya.
Hampir semua kios kosong dan ditinggal tenan-tenan. Padahal, jika kita menelusuri eksistensi mal ini di dunia maya, masih berseliweran foto-foto atau gambar-gambar aktivitas di pusat perbelanjaan ini. Meskipun tidak terlalu ramai pengunjung.
Lalu mengapa mal ini sekarang 'mati' hingga tak ada kegiatan lagi di dalamnya? Garut.suara.com pun mencoba melakukan penelusuran terkait Annarto Mall Garut melalui dunia maya dan media sosial. Jika kita lihat segi lokasi, sebenarnya mal ini berada di tempat yang sangat strategis.
Tak jauh dari mal ini, sekitar 1 kilometer, kita sudah menjangkau Alun-Alun Garut. Apalagi, mal ini berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut yang notabene salah satu kawasan di pusat kota berjuluk 'Swiss van Java' ini.
Ruas jalan tersebut juga diketahui cukup ramai dilewati masyarakat maupun pengendara. Mal ini juga letaknya ada di dalam sebuah kawasan bisnis Garut Hyper Square tepatnya di belakang ruko-ruko.
Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab mal ini sepi bahkan dapat dikatakan 'mati' seperti saat ini. Jika dilihat dari posisi dan konsepnya, apa yang diusung Annarto Mall ini mirip dengan Paskal 23 Bandung, mal yang berada di dalam superblock kawasan bisnis Paskal Hyper Square yang terdiri dari ruko-ruko, hotel, dan pusat pendidikan.
Berdasarkan penjelasan akun Instagram @garut.projects dalam postingannya yang bertajuk "Annarto Mall Riwayatmu Kini", mal ini sempat digadang-gadang menjadi mal terbesar dan ramai pengunjung di Garut bahkan se-Priangan Timur. Namun, seiring berjalannya waktu, justru yang terjadi malah sebaliknya.
Bangunan yang memiliki 4 lantai ini akhirnya menjadi bangunan tak berpenghuni bahkan tak terurus. Sebelum mal ini berdiri pun, sempat terbentang baligho besar yang isinya berupa pengumuman Garut akan segera mempunyai mal besar (supermall) yang dilengkapi dengan aula pertemuan (convention hall).
Tetapi, tak lama setelah itu, kabar perkembangannya tak muncul lagi. Tak hanya itu, mal yang memiliki 4 lantai dan basement ini diisukan telah dibeli King's Mall Group, pusat perbelanjaan asal Kota Bandung.
Baca Juga: KONI Garut Pastikan Porkab Digelar Juli 2024
Lagi, kabar itu kembali menghilang tak berjejak. Pun dengan informasi yang beredar di forum skyscrapercity.com, banyak pengguna forum itu mempertanyakan kebenaran informasi terkait pembelian Annarto Mall oleh perusahaan pemilik King's Bandung Shopping Center itu.
Awalnya, mal yang berisikan sekitar 1.700 kios ini mengusung konsep Muslim and General. Lantai 1 merupakan Muslim Center, semuanya didominasi tenan atau kios yang menawarkan dan menjual perlengkapan kaum muslim.
Sementara itu, lantai 2 adalah Muslim General yang berisikan tenan-tenan atau kios yang mayoritas (bakal) menjajakan produk fesyen, oleh-oleh khas Kota Dodol hingga oleh-oleh ibadah Umroh dan Haji dari Saudi. Beralih ke lantai 3, di sini lebih bertemakan family, berisikan pusat kuliner atau foodcourt serta wahana bermain anak.
Adapun lantai paling atas atau lantai 4 (akan) difungsikan sebagai sarana hiburan berupa fasilitas restoran-restoran besar dan bioskop seluas 2.300 meter persegi dengah 6 studio— kualitas film-film yang ditayangkannya diklaim tak akan berbeda jauh seperti di jakarta dan Jakarta.
Bioskop tersebut direncanakan tadinya bakal dihuni Cinema XXI atau Blitz Megaplex. Tujuanya, tak lain agar warga Garut yang ingin menikmati film-film bioskop teranyar tak harus menunggu (jadwal) pemutaran perdana di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, melainkan bisa berbarengan dengan kota-kota besar lain.
Tak hanya itu, mal yang berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare ini juga tadinya akan diisi berbagai tenan atau jenama (brand) kuliner terkemuka di Indonesia, seperti J.CO Donuts & Coffee hingga BreadTalk. Namun, keduanya lebih memilih bergabung Ramayana Garut. Adapun ritel swalayan Superindo yang tadinya bakal hadir di mal ini pun tak diketahui kelanjutannya.