Timnas Jerman secara mengejutkan gagal melangkah ke babak 16 Besar Piala Dunia 2022.
Kemenangan 4-2 atas Kosta Rika dalam laga pamungkas Grup E di Stadion Al Bayt, Jumat (2/12/2022) dini hari WIB tak cukup mengantar mereka ke fase knockout.
Jerman hanya finish di peringkat tiga klasemen dengan empat poin menyusul kemenangan 2-1 Jepang atas Spanyol dalam pertandingan lainnya pada waktu yang sama.
Tim Samurai Biru keluar sebagai juara grup dengan enam poin, sedangkan Spanyol berhak melaju ke babak gugur sebagai runner-up grup dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol dari Jerman yang meraih poin sama.
Timnas Jerman sempat membuat heboh saat melakukan aksi tutup mulut sebelum berlaga melawan Jepang di Piala Dunia 2022.
Aksi tutup mulut itu dilakukan jelang kick-off di Stadion Internasional Khalifa, Doha, 23 November silam.
Mengutip NPR, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap FIFA yang melarang mereka memakai ban kapten pelangi One Love sebagai simbol menolak diskriminasi pada perhelatan Piala Dunia Qatar.
Namun menurut catatan akun twitter @Fandom_ID, berbagai faktor mengiringi kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2022, termasuk aksi tutup mulut tersebut.
Sedari awal Timnas Jerman salah satu negara kontestan yang terus menyuarakan hak-hak LGBT.
Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar Telan 400 Korban Meninggal Dunia
Padahal di ajang Piala Dunia 2022 ini Qatar memberlakukan aturan ketat dengan tidak memberi ruang untuk kampanye LGBT.
Mungkin penyebab Timnas Jerman gagal melaju ke 16 besar karena fokus mereka sudah terpecah.
Pemain senior fokus untuk menyuarakan LGBT. Sedangkan para pemain junior ingin fokus pada turnamen.
Bukannya menuai prestasi di Piala Dunia 2022, Timnas Jerman justru terbungkam sendiri setelah aksi tutup mulut.