gol

Cerita Gagak Berkaki Tiga di Jersey Jepang, Apapun Demi Bisa Cetak Gol

suara gol Suara.Com
Jum'at, 02 Desember 2022 | 17:25 WIB
Cerita Gagak Berkaki Tiga di Jersey Jepang, Apapun Demi Bisa Cetak Gol
Gagak Hitam dan Timnas Jepang (@mondomascots)

Jika timnas kita dijuluki sebagai tim Garuda, maka Jepang punya julukan lain selain tim Samurai Biru, yakni tim Gagak Hitam Berkaki Tiga. Ada simbol hewan yang melekat di dada jersey Jepang yakni Yatagarasu atau gagak hitam berkaki tiga. 

Sosok Yatagarasu bukan sembarang hewan mitos. Bagi masyarakat Jepang, gagak hitam berkaki tiga ini punya cerita dan makna mendalam. 

Dilansir dari fnn, pencipta Yatagarasu yang berada di jersey timnas Jepang ialah seorang pematung bernama Jitsuzo Hinago. Ia seorang pemahat dari prefektur Oita yang hidup di akhir zaman Kaisar Taisho dan periode awal Show. 

Pada 1931, PSSI-nya Jepang, JFA pertama kali memperkenalkan sosok Yatagarasu di jersey mereka. Pihak JFA saat itu meminta bantuan Hinago. 

Saat itu JFA meminta Hinago membuat simbol bagi skuat Jepang, simbol yang kuat dan mencerminkan budaya serta asal usul orang Jepang. 

Foto Timnas Jepang pada laga melawan Spanyol [REUTERS/JENNIFER LORENZINI]
Foto Timnas Jepang pada laga melawan Spanyol (sumber: REUTERS/JENNIFER LORENZINI)

Hinago kemudian memperkenalkan hewan mitologi Yatagarasu, dewa penuntut dalam mitologi kepercayaan Shinto. 

Konon, gagak hitam berkaki tiga ini memandu kaisar pertama Jepang, Jimmu saat melakukan ekspedisi dari Kumano di Hiroshima menelusuri seluruh wilayah Jepang. 

Mahluk mitologi gagak hitam berkaki tiga ini diutus oleh Takamimusubi, dalam kepercayaan orang Jepang merupakan dewa pertanian. Takamimusubi juga dianggap sosok kedua dari hal-hal pertama yang muncul pada periode awal kehadiran orang Jepang. 

Sosok Takamimusubi saat ini juga dianggap sebagai sosok penunggu dan pelindung bagi keluarga kekaisaran Jepang. 

Baca Juga: Kisah Perjalanan Pele Raih Piala Dunia Diabadikan dalam Bentuk Film Autobiografi

Usulan Hinago untuk menyematkan Yatagarasu tentu saja langsung mendapat persetujuan dari petinggi JFA. Sosok ini dianggap mencerminkan bisa melindungi pemain Jepang saat bertanding di lapangan hijau. 

Tak sekedar itu, sosok Yatagarasu juga menjadi dianggap sebagai pembimbing tim sepak bola Jepang untuk bisa meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. 

Sampai saat ini kepercayaan orang Jepang kepada Yatagarasu sangat besar. Beberapa waktu lalu, orang-orang di Jepang berbondong-bondong datang ke kuil Kumano di Prefektur Nagano. 

Kuil ini dikenal sebagai kuil Yatagarasu. Di sana, orang-orang Jepang berdoa agar Ritsu Doan dkk selama perhelatan Piala Dunia 2022 mendapat hasil terbaik. 

Kepala kuil, Mizusawa Takafumi seperti dilansir dari NHK mengatakan bahwa tingkat kehadiran orang-orang ke kuil pasca kemenangan Jepang atas Jerman di Piala Dunia 2022 terus meningkat. 

Ia pun berharap bahwa sosok Yatagarasu di jersey Jepang akan membawa tim Samurai Biru melangkah jauh di Piala Dunia 2022. Harapan itu kemudian terkabul. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI