Ini Dampak Lingkungan yang Terlalu Bising

Esti Utami

Rabu, 30 April 2014 | 10:33 WIB
Ini Dampak Lingkungan yang Terlalu Bising
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kebisingan, satu hal yang tak terhindarkan di kota besar macam Jakarta. Suara bising itu, baik yang ditimbulkan oleh lalu lintas maupun musik ternyata berdampak negatif pada kesehatan. Baik kesehatan fisik maupun psikologis. Dan jangan anggap enteng suara bising di sekitar Anda, karena dampaknya bisa serius bahkan bisa memicu serangan jantung.

Berikut dampak dari polusi suara:

1. Sakit kepala.
Suara keras dan nyaring menjadi salah satu pemicu migrain. Jadi jika tetangga Anda mengeluh migrainnya kumat, bisa saja Anda memutar musik terlalu keras.

2. Kehilangan Pendengaran.
Mendengarkan musik keras dengan menggunakan headphone untuk jangka waktu yang lama dapat merusak gendang telinga. Bahkan para ahli mengingatkan seseorang yang selalu mengenakan headphone bisa kehilangan pendengaran di usia 35 tahun.

3. Serangan jantung.
Suara yang terlalu kencang juga tak bagus bagi penderita jantung. Suara keras dan memukul-mukul dapat mempengaruhi echocardiogram seseorang. Dan sebuah laporan menyebutkan, 3 persen serangan jantung secara langsung dan tidak langsung dipicu suara keras yang tiba-tiba.

4. Meningkatkan stres.
Kebisingan kontribusi untuk meningkatkan stres, yang pada gilirannya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang bisa mengancam kesehatan tubuh.

5. Mengganggu konsentrasi.
Fakta membuktikan suara bising mengurangi kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi. Jadi bayangkan berapa banyak Anda kehilangan konsentrasi di tempat kerja ketika rekan Anda terus-menerus bergosip di sekitar Anda .

6. ADHD.
Kebisingan juga menyebabkan anak-anak menjadi kurang perhatian dan sindrom hiperaktif (ADHD). Sayangnya, hal ini akan terbawa hingga mereka dewasa. Bila Anda tidak bisa mendengarkan sesuatu dengan sabar, bahkan ketika ingin melakukannya, bisa jadi ini karena Anda terlalu lama berada di tempat yang bising.

7. Mengganggu pertumbuhan psikologis.
Anak yang terus menerus terpapar kebisingan ternyata pertumbuhan psikologisnya cenderung lambat. Mereka kurang konsentrasi dan sulit untuk belajar.

8. Gangguan berbicara dan mendengarkan.
Balita yang sering mendengar hiruk-pikuk yang tidak masuk akal, cenderung memiliki masalah berbicara dan mendengar. Mereka membutuhkan kejernihan pikiran dan suara untuk belajar bahasa. (Sumber: boldsky.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Anjing Bawa Keajaiban bagi Penderita Alzheimer

Anjing Bawa Keajaiban bagi Penderita Alzheimer

Video | Selasa, 29 April 2014 | 13:08 WIB

Memelihara Anjing Bisa Jadi Terapi bagi Anak Autis

Memelihara Anjing Bisa Jadi Terapi bagi Anak Autis

Health | Selasa, 29 April 2014 | 10:38 WIB

Inggris Lebih Sehat dengan Turunkan Konsumsi Garam

Inggris Lebih Sehat dengan Turunkan Konsumsi Garam

Health | Jum'at, 25 April 2014 | 16:19 WIB

 Hati-hati Tonton Bola, Bisa Kena Serangan Jantung

Hati-hati Tonton Bola, Bisa Kena Serangan Jantung

Video | Selasa, 22 April 2014 | 12:21 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×