4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Ruth Meliana, Dita Alvinasari

Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)
baca 10 detik
  • Hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, dan air liur tikus.
  • Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, mual, dan sesak napas.
  • Kasus hantavirus tipe HFRS sudah ditemukan di Indonesia sejak lama.

Suara.com - Penyakit hantavirus kembali menjadi perhatian khalayak setelah muncul laporan infeksi pada kapal pesiar MV Hondius.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.

Virus ini berkaitan erat dengan keberadaan tikus, terutama di lingkungan padat penduduk dan sanitasi yang kurang baik.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa virus ini sudah ditemukan sejak puluhan tahun lalu.

Lantaran gejalanya mirip penyakit lain seperti tifus atau dengue, hantavirus sering tidak terdeteksi. Padahal, pada kondisi berat, infeksi ini dapat menyerang paru-paru hingga ginjal.

Ilustrasi Hantavirus. [Suara.com/Emma]
Ilustrasi Hantavirus. [Suara.com/Emma]

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang umumnya menyebar melalui tikus atau rodensia. Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia lewat udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus.

Berbeda dengan influenza, hantavirus umumnya tidak mudah menular antar-manusia. Penularan lebih sering terjadi akibat paparan lingkungan yang tercemar.

Di Indonesia, jenis hantavirus yang paling sering ditemukan adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini banyak dibawa oleh tikus rumah seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus yang hidup dekat dengan manusia.

Penyebab Hantavirus

Penyebab utama hantavirus adalah paparan virus dari tikus yang terinfeksi. Penularannya sering terjadi tanpa disadari karena virus bisa bercampur dengan debu di lingkungan sekitar.

baca juga

Berikut beberapa penyebab dan cara penularan hantavirus yang perlu diketahui.

1. Menghirup Debu yang Terkontaminasi

Partikel kecil dari urin, feses, atau air liur tikus dapat bercampur di udara. Saat debu tersebut terhirup, virus bisa masuk ke saluran pernapasan manusia.

Risiko biasanya meningkat saat membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area kotor yang banyak terdapat tikus.

2. Kontak Langsung dengan Tikus

Menyentuh tikus hidup maupun mati tanpa perlindungan juga dapat meningkatkan risiko penularan. Virus bisa masuk melalui tangan yang terluka atau selaput lendir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Video | Senin, 11 Mei 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB