10 Tanda Orang yang Berpotensi Melakukan Bunuh Diri

Doddy Rosadi

Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:59 WIB
10 Tanda Orang yang Berpotensi Melakukan Bunuh Diri
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Suara.com - Kematian aktor kawakan Robin Williams dengan cara gantung diri mengejutkan dunia. Robin merupakan aktor yang dikenal kocak dan sering menghibur penonton melalui aktinya di layar lebar.

Tindakan peraih Oscar dalam film The Good Will Hunting melakukan aksi gantung diri semakin memperkuat data bahwa kasus bunuh diri di kalangan lelaki berusia 45 hingga 59 tahun di Amerika sangat tinggi.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control & Prevention (CDCP), kasus bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa. Angka bunuh diri tertinggi terjadi di kalangan lelaki dengan usia 45 tahun hingga 59 tahun. Sebanyak 30 dari 100.000 lelaki mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Sedangkan angka bunuh diri di kalangan perempuan jauh lebih rendah yaitu hanya 9 dari 100.000. Dari 1999 hingga 2009, angka kematian akibat bunuh diri di Amerika Serikat meningkat 50 persen. Alasan pelaku melakukan aksi bunuh diri masih belum jelas.

CDC memberikan sejumlah tanda-tanda yang dialami seseorang yang akan melakukan bunuh diri:

1.    Selalu berbicara tentang keinginan untuk mati

2.    Mencari cara untuk melakukan bunuh diri

3.    Selalu berbicara tentang perasaan tidak ada harapan atau tidak ada tujuan dalam hidup

4.    Merasa terperangkap atau mengalami sakit yang berkepanjangan

5.    Merasa menjadi beban bagi orang lain

6.    Mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang dengan intensitas tinggi

7.    Merasa was-was, gelisah dan sembrono

8.    Merasa terisolasi

9.    Memperlihatkan amarah yang tinggi atau sering berbicara untuk melakukan balas dendam

10.    Memperlihatkan mood yang kerap berubah-ubah

Semakin banyak tanda-tanda di atas dimiliki oleh seseorang, maka semakin tinggi potensi untuk melakukan aksi bunuh diri. Apabila salah satu teman anda memperlihatkan tanda-tanda di atas, maka jangan biarkan dia sendirian. Saran lain adalah jangan biarkan orang yang punya gejala untuk melakukan bunuh diri berdekatan dengan alat-alat yang bisa memunculkan api.

Di Amerika, api merupakan sarana yang paling sering dilakukan dalam melakukan aksui bunuh diri selain alkohol, obat-obatan terlarang atau senjata tajam. Cara lain untuk menghindari aksi bunuh diri adalah membawa orang yang mempunyai gejala di atas ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Tidak semua aksi bunuh diri bisa dicegah. Namun, masyarakat bisa melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin kepada mereka yang mengalami depresi dan berusaha untuk bunuh diri. (Forbes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Lebih Dekat Tentang Gangguan Bipolar

Mengenal Lebih Dekat Tentang Gangguan Bipolar

Health | Rabu, 13 Agustus 2014 | 13:20 WIB

Sebelum Gantung Diri, Robin Williams Sayat Pergelangan Tangan

Sebelum Gantung Diri, Robin Williams Sayat Pergelangan Tangan

Entertainment | Rabu, 13 Agustus 2014 | 12:33 WIB

Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Robin Williams

Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Robin Williams

Entertainment | Rabu, 13 Agustus 2014 | 04:49 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB