Kekurangan Bakteri Ini Bikin Anda Obesitas Lho!

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 November 2014 | 16:00 WIB
Kekurangan Bakteri Ini Bikin Anda Obesitas Lho!
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Apa yang selama ini Anda pikirkan tentang bakteri? Pasti membayangkan makhluk kecil yang menjijikkan, bukan?

Tentunya selama ini kita berusaha menjaga kebersihan badan dan lingkungan agar terhindar dari bakteri penyebab penyakit. Tapi tahukah Anda jika kekurangan bakteri juga tak baik untuk kesehatan Anda.

Penelitian baru-baru ini yang dilakukan Cornell University menemukam bahwa kurangnya bakteri dalam usus bisa menyebabkan kegemukan pada seseorang.

Peneliti telah mengidentifikasi sekumpulan mikroba yang disebut Christensenellaceae. Mikroba ini ternyata yang selama ini membantu tubuh Anda tetap ramping. Jumlah bakteri jenis ini di dalam tubuh ditentukan sifat genetik (keturunan).

Hasil penelitian ini didukung oleh percobaan sebelumnya terhadap seekor tikus yang disuntikan bakteri Christensenellaceae, alhasil tikus itu tidak mengalami pertambahan berat badan dibandingkan tikus lain.

Memang sudah banyak beberapa studi yang meneliti pengaruh bakteri terhadap kesehatan manusia, dan pengaruhnya terhadap berat badan. Ada spekulasi yang berkembang bahwa peningkatan tingkat obesitas disebabkan semakin meningkatnya penggunaan antibiotik, yang dapat memusnahkan bakteri, dimana bakteri itu membantu manusia mengubah makanan menjadi energi secara efesien.

Bakteri itu jumlahnya sangat banyak di dalam tubuh yang tersebar di berbagai tempat. Kira-kira jumahnya sekitar 100 Triliun yang melebihi sepuluh kali lipat jumlah sel manusia.

Letak bakteri itu ada di setiap inchi kulit, mulut, hidung, telinga, alat kelamin dan terutama sistem pencernaan kita. Selain berfungsi mencerna makanan, bakteri juga menghasilkan vitamin dan bahan kimia yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh, metabolisme, bahkan suasana hati.

Meski bakteri dikenal sebagai penyebab munculnya berbagai penyakit, namun semakin berkembangnya zaman, bakteri ternyata sangat berperan dalam kesehatan manusia. Termasuk dalam hal obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, kolestreol abnormal, lemak perut, kanker, dan aterosklerosis, atau plak penumpukan di arteri.

Bidang ini berkembang pesat karena para ilmuwan sekarang dapat mengidentifikasi dan menghitung bakteri lebih mudah, dengan menggunakan analisis gen, tinja, air liur, dan sampel lainnya. Dengan cara itu, mempermudah penekiti dalam mendapatkan informasi tentang bagaimana kompleksitas dan komunitas bakteri manusia yang berbeda.

Martin Blaser seorang ahli mikrobiologi di New York University, menyatakan: "Telah puluhan tahun lalu bakteri diketahui dapat menyebabkan kegemukan pada hewan ternak, sehingga pemakaian antibiotik digunakan untuk menurunkan berat badan hewan agar tetap sehat".

Perkembangan antibiotik, sabun antibakteri dan produk lainnya tidak hanya menciptakan dampak positif, tapi hal itu dapat mengurangi populasi bakteri yang bermanfaat banyak untuk manusia, Dr. Blaser menulis dalam bukunya, "Missing Microbes". (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Handuk Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Awas, Handuk Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Health | Sabtu, 15 November 2014 | 17:03 WIB

Bakteri Bisa Menyebar Hanya Dalam 2 Jam di Kantor

Bakteri Bisa Menyebar Hanya Dalam 2 Jam di Kantor

Health | Rabu, 10 September 2014 | 11:35 WIB

Studi: Roti Putih Dorong Pertumbuhan Bakteri Baik

Studi: Roti Putih Dorong Pertumbuhan Bakteri Baik

Health | Rabu, 18 Juni 2014 | 14:45 WIB

Mencuci Daging Ayam Mentah Bisa Sebarkan Bakteri

Mencuci Daging Ayam Mentah Bisa Sebarkan Bakteri

Health | Selasa, 17 Juni 2014 | 10:08 WIB

Menyusui Dorong Pertumbuhan Bakteri Baik

Menyusui Dorong Pertumbuhan Bakteri Baik

Lifestyle | Kamis, 08 Mei 2014 | 17:55 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB