Selimut dan Bantal Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Kamis, 04 Desember 2014 | 17:20 WIB
Selimut dan Bantal Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi
Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut sebuah penelitian, tempat tidur yang longgar dan perlengkapannya seperti selimut tebal dan bantal ternyata dapat menghambat jalan napas bayi dan menimbulkan risiko mati lemas.

Temuan dari kampanye penelitian yang disebut Safe to Sleep mengungkapkan, hampir 55 persen bayi di AS, pada saat tidur, ditempatkan pada tempat tidur yang meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Penelitian ini dilakukan oleh US National Institutes of Health, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan lembaga-lembaga lainnya.

"Orang tua memiliki niat baik tetapi mungkin tidak mengerti bahwa selimut dan bantal meningkatkan risiko bayi SIDS dan sesak napas yang tidak disengaja," kata Carrie K. Shapiro-Mendoza, penulis pertama studi dan ilmuwan senior di Divisi CDC Kesehatan Reproduksi di Amerika Serikat.

Biasanya para kerabat memghadiahkan orang tua baru dengan selimut atau selimut berbulu untuk bayi yang baru lahir dan mereka merasa berkewajiban untuk menggunakannya.

"Tapi bayi harus ditempatkan untuk tidur di sebuah tempat yang memiliki standar keselamatan," tambah Shapiro-Mendoza

Ia menyebutkan bahwa benda lembut, mainan, alat buaian, selimut, kain dan tempat tidur harus dijauhkan dari daerah tidur bayi.

Berdasarkan tanggapan dari hampir 20.000 perawat, para peneliti melaporkan bahwa meskipun penggunaan item seperti tempat tidur yang berpotensi tidak aman menurun dari 85,9 persen pada 1993-1995, tapi pada 2008-2010, jumlahnya masih tetap tinggi pada angka 54,7 persen.

Sebagai bagian dari survei, pemberi perawatan ditanya apakah bayi ditempatkan saat tidur dekat dengan barang-barang seperti selimut, kursi bean bag, karpet, kulit domba, atau bantal.

Pengasuh juga ditanya apakah bayi ditutupi dengan bahan selimut seperti selimut tebal, selimut berbulu, selimut kain, kulit domba atau bantal.

Penelitian kampanye Safe to Sleep menyarankan agar selimut atau penutup lainnya tidak digunakan saat bayi tidur, dan merekomendasikan pakaian tidur, seperti pakaian tidur one-piece, dan menjaga ruangan pada suhu yang nyaman. (Times of India)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berbagi Tempat Tidur Bisa Berisiko Fatal bagi Bayi

Berbagi Tempat Tidur Bisa Berisiko Fatal bagi Bayi

Lifestyle | Senin, 21 Juli 2014 | 16:00 WIB

Terkini

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

×