Kurang Minum Bikin Anak Sulit Konsentrasi

Kamis, 22 Januari 2015 | 14:22 WIB
Kurang Minum Bikin Anak Sulit Konsentrasi
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak di usia sekolah seringkali mengalami kesulitan konsentrasi saat menerima pelajaran. Ternyata salah satu penyebabnya bisa jadi karena kekurangan cairan dalam tubuhnya.

Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Sudung Pardede, kemampuan anak dalam menerima pelajaran sangat dipengaruhi oleh keseimbangan air yang dikonsumsi tubuhnya. Beberapa penelitian, kata dia, telah membahas bagaimana kurangnya cairan dalam tubuh bisa membuat stamina anak menurun sehingga sulit konsentrasi saat berlajar.

Apalagi, lanjut Sudung, dua per tiga tubuh manusia adalah air. Jadi, sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan mengonsumsi lebih banyak air jika aktivitas yang dilakukannya pun lebih banyak.

"Anak sekolah 'kan otaknya bekerja terus, tubuhnya juga gerak terus sehingga banyak cairan yang keluar lewat keringat dan pernapasan, kalau tidak diimbangi dengan minum yang cukup bisa mengakibatkan penurunan fungsi otak dan mood belajar," ujarnya pada acara
"Pentingnya Hidrasi bagi Anak Usia Sekolah dan Remaja" di Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada anak yang kekurangan cairan biasanya ditandai dengan gejala pusing, mood yang tidak stabil, lesu dan akhirnya malas berpikir. Nah, jika mendapati tanda-tanda tersebut, sebaiknya orangtua mengawasi konsumsi air pada anak agar cukup sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

"Ada sebuah penelitian yang menyebutkan kalau anak kurang minum dua gelas sehari saja bisa membuatnya kesulitan konsentrasi belajar. Tandanya sering pusing, karena pembuluh darah kekurangan oksigen yang biasanya didapatkan salah satunya dari air yang diminumnya," imbuh Sudung.

Sependapat dengan dokter Sudung, dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Parlindungan Siregar mengingatkan para orangtua untuk menanamkan pentingnya minum air putih agar kebutuhan cairan dalam tubuhnya tidak terganggu. Meski kebutuhan cairan masing-masing orang berbeda, volume air yang dibutuhkan anak-anak ternyata lebih besar ketimbang orang dewasa.

"Kalau sudah sampai haus, itu merupakan bentuk sinyal dari tubuh kalau ia membutuhkan cairan. Jadi baiknya tanamkan kepada anak, minum itu memang sebelum merasa haus," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI