Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Dinda Rachmawati

Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
Ilustrasi Ibu dan Anak (Unsplash)
baca 10 detik
  • Dokter spesialis anak Ian Suteja menegaskan bahwa insting ibu merupakan instrumen medis paling awal untuk mendeteksi gangguan kesehatan anak.
  • Gejala kesehatan anak yang terlihat sepele, seperti ruam atau rewel, memerlukan perhatian serius karena berpotensi memengaruhi tumbuh kembangnya.
  • Ibu perlu melakukan validasi atas instingnya melalui konsultasi medis atau alat deteksi dini agar keputusan menjadi lebih objektif.

Suara.com - Di era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa henti, para orang tua, terutama ibu sering berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, akses terhadap edukasi parenting semakin terbuka lebar dan membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan anak

Namun di sisi lain, muncul stigma baru yang kerap membuat ibu ragu pada dirinya sendiri: kekhawatiran dianggap sebagai “overthinking”. Padahal, dalam banyak kasus, justru dari rasa tidak tenang itulah sinyal awal kondisi anak bisa terdeteksi. 

Situasi sederhana seperti tiba-tiba merasa khawatir saat anak sedang tidur, lalu mendapati si kecil gelisah, rewel, atau muncul ruam di kulit, sering kali bukan sekadar kebetulan. Meskipun terlihat ringan dan abu-abu, tanda-tanda tersebut bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan.

Sayangnya, tidak sedikit ibu yang memilih mengabaikan insting tersebut. Mereka mencoba menenangkan diri dengan berbagai asumsi, mulai dari fase pertumbuhan hingga perubahan suasana hati biasa. 

Di sinilah konflik batin muncul: antara logika yang menenangkan dan suara hati yang terus memberi sinyal waspada. Dokter spesialis anak, Ian Suteja, menegaskan bahwa insting seorang ibu bukanlah sesuatu yang harus diabaikan.

Justru sebaliknya, pengamatan ibu merupakan instrumen medis paling awal dalam kehidupan anak. “Ingat ya, dokter anak terbaik itu adalah ya bundanya sendiri,” ujarnya. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa ibu adalah pihak yang paling memahami perubahan sekecil apa pun pada anaknya. Menurutnya, kewaspadaan tersebut bukan bentuk kecemasan tanpa dasar, melainkan sinyal penting yang dapat membantu deteksi dini. 

Perubahan kecil seperti munculnya ruam, anak menjadi lebih rewel, hingga gangguan pencernaan seperti muntah atau diare, maupun masalah pernapasan seperti batuk dan pilek berulang, perlu diperhatikan dengan serius. 

“Contohnya Bunda melihat ada ruam-ruam yang timbul, jangan disepelekan ya karena bisa jadi ternyata si kecil punya alergi,” jelasnya.

baca juga

Masalahnya, gejala pada anak sering kali tidak muncul secara jelas dan bisa berbeda pada setiap individu. Hal inilah yang membuat banyak ibu ragu apakah kekhawatirannya valid atau tidak. 

Padahal, jika diabaikan, tanda-tanda kecil tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan bahkan tumbuh kembang anak di masa depan. Oleh karena itu, langkah penting berikutnya adalah melakukan validasi. 

Insting yang kuat perlu didukung dengan data agar tidak berhenti sebagai perasaan semata. Dengan melakukan validasi, baik melalui konsultasi ke tenaga medis maupun menggunakan alat deteksi dini orang tua dapat mengubah asumsi subjektif menjadi informasi yang lebih objektif dan terarah.

“Penting bagi Bunda untuk tidak hanya mengandalkan asumsi, tapi juga melakukan langkah validasi,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, kekhawatiran tidak lagi menjadi beban pikiran, melainkan menjadi dasar yang kuat untuk mengambil keputusan yang tepat.

Kini, proses validasi pun semakin mudah berkat perkembangan teknologi. Berbagai alat deteksi dini digital hadir untuk membantu orang tua mendapatkan gambaran awal kondisi anak secara cepat dan praktis, sekaligus tetap mengacu pada panduan medis resmi. Dengan begitu, ibu dapat mengubah rasa ragu menjadi data objektif dalam hitungan menit.

Pada akhirnya, insting ibu adalah kekuatan alami yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun. Namun ketika insting tersebut dipadukan dengan pengetahuan dan langkah yang terukur, hasilnya menjadi jauh lebih optimal. Bukan hanya membantu mendeteksi masalah lebih dini, tetapi juga memberikan rasa percaya diri bagi orang tua dalam mengambil keputusan.

Karena sering kali, sebelum siapa pun menyadari, seorang ibu sudah lebih dulu merasakan bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan pada anaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak

Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:07 WIB

Geger Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sadari 5 Perubahan Perilaku Anak Korban Kekerasan

Geger Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sadari 5 Perubahan Perilaku Anak Korban Kekerasan

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 10:16 WIB

Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare

Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:05 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:00 WIB

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:57 WIB

BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:55 WIB

6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar

6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:55 WIB

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:53 WIB

Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan

Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:52 WIB

Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul

Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:50 WIB

Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan

Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:47 WIB

×